-
Serangan AS dan Iran menghancurkan fasilitas publik vital seperti jembatan, rumah sakit, dan instalasi air.
-
PBB mengecam keras penghancuran infrastruktur sipil yang melanggar ketentuan hukum humaniter internasional.
-
Pertikaian militer di Selat Hormuz menyebabkan puluhan warga tewas dan melumpuhkan layanan publik Iran.
Pusat pengolahan limbah di area wisata Taman Burung Bandar Abbas serta stasiun penyelamatan di Kish hancur terpukul bom. Lingkungan pemukiman warga kini terancam bahaya pencemaran saniter yang serius.
Infrastruktur energi nuklir Iran ikut mengalami kerusakan fisik serius di pembangkit Bushehr dan Darkhovin. Meskipun mengalami kerusakan hebat pada struktur bangunan, pihak berwenang menyatakan pembangkit nuklir tersebut masih beroperasi.
Pakar militer menilai militer Amerika Serikat melabeli infrastruktur publik tersebut sebagai target ganda. Label fungsi ganda dipakai untuk mengabsahkan serangan militer terhadap sarana sipil strategis.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras aksi pengrusakan fasilitas publik yang dilindungi hukum internasional.
"angat prihatin dengan serangan terhadap infrastruktur sipil di Iran dan di seluruh kawasan. Serangan semacam itu tidak dapat diterima,” kata Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Hukum Humaniter Internasional secara tegas melarang penyerangan terhadap sasaran sipil dalam konflik bersenjata. Pelanggaran terhadap Konvensi Jenewa ini mengancam keselamatan jutaan nyawa manusia yang tidak terlibat dalam peperangan.
Gelombang permusuhan ini meletus kembali setelah kesepakatan damai nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu runtuh total. Runtuhnya negosiasi memicu serangan balasan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran terhadap aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dan Yordania.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?
-
Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit
-
Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang
-
Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan
-
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting
-
Oknum Honorer Pengadilan Agama Diduga Pesta Narkoba di Kafe Wilayah Kampar
-
Gemini Cocok dengan Zodiak Apa? Ini 6 Pasangan yang Paling Serasi Menurut Astrologi
-
Nathalie Holscher Nikah Besok, Undangan Akad hingga Resepsi Terungkap