-
Serangan AS dan Iran menghancurkan fasilitas publik vital seperti jembatan, rumah sakit, dan instalasi air.
-
PBB mengecam keras penghancuran infrastruktur sipil yang melanggar ketentuan hukum humaniter internasional.
-
Pertikaian militer di Selat Hormuz menyebabkan puluhan warga tewas dan melumpuhkan layanan publik Iran.
Suara.com - Gempuran militer Amerika Serikat terhadap infrastruktur vital Iran melumpuhkan pasokan energi dan jalur logistik publik secara masif. Eskalasi saling balas ini memicu krisis kemanusiaan akut sekaligus menerabas batas-batas hukum perang internasional.
Penghancuran fasilitas non-militer mengubah peta konflik Teluk menjadi ancaman nyata bagi jutaan warga sipil. Strategi melumpuhkan sarana publik kini menjadi senjata utama untuk memaksa kompromi politik di meja perundingan.
Aksi gempuran balasan militer Iran ke pangkalan Amerika Serikat di negara tetangga makin memperluas radius bahaya. Perang terbuka ini dengan cepat menyeret stabilitas kawasan menuju titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan ancaman penghancuran fasilitas publik Iran saat diwawancarai media.
“Kami akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan seluruh jembatan mereka kecuali mereka datang ke meja perundingan dan bernegosiasi,” tegas Donald Trump dalam wawancara dengan Fox News minggu lalu.
Dampak serangan udara di wilayah selatan dan barat laut Iran menelan sedikitnya 50 korban jiwa. Dikutip dari Al Jazeera, otoritas setempat mengonfirmasi lebih dari 500 orang mengalami luka-luka akibat runtutan bom yang menghantam kawasan pemukiman dan fasilitas transportasi.
Kawasan strategis Bandar Abbas mengalami kerusakan parah akibat hancurnya sarana kereta api dan Jembatan Kahurestan. Kerusakan infrastruktur penyeberangan ini langsung menghentikan arus distribusi barang dan kendaraan masyarakat.
Enam jembatan utama di Kabupaten Bandar Khamir hancur total hingga memutus akses darat menuju pusat perekonomian. Jalur kereta api internasional Aq Taqeh Khan di Provinsi Golestan yang menghubungkan Iran dengan Tiongkok dan Rusia turut menjadi sasaran tembak.
Serangan udara juga menerjang jaringan rel kereta api rute Tehran menuju Mashhad di Distrik Razavi Khorasan. Pengeboman tersebut terjadi bersamaan dengan berlangsungnya prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.
Baca Juga: Taktik Gertak Sambal Donald Trump Jadi Senjata Makan Tuan, Bikin Iran Main Gahar
Aktivitas penerbangan sipil lumpuh setelah bandara di kota Iranshahr, Semnan, dan Jam diterjang tembakan rudal. Ledakan di Bandara Iranshahr memicu pemadaman listrik hebat serta mencederai warga setempat.
Dermaga perikanan dan pelabuhan komersial di Sirik, Bandar Abbas, serta Pulau Kish hancur terbakar. Nelayan lokal kehilangan mata pencaharian setelah perahu-perahu kayu mereka musnah dilalap api.
Fasilitas kesehatan tidak luput dari gempuran militer setelah Rumah Sakit Shahid Baghaei di Ahvaz dihantam rudal. Lebih dari 200 pasien harus dievakuasi darurat akibat bangunan rumah sakit tidak dapat beroperasi lagi.
Pabrik pengolahan air minum di Musian serta instalasi desalinasi air di Desa Bonji hancur berkeping-keping. Akses air bersih bagi sedikitnya 10.000 warga lokal terputus total dalam waktu singkat.
Ancaman kelaparan membayangi masyarakat akibat hancurnya gudang penyimpanan gandum di Hoveyzeh dan Dasht-e Azadegan. Pengeboman tempat cadangan pangan ini memukul ketahanan gizi warga di Provinsi Khuzestan.
Menara komunikasi di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm roboh diterjang proyektil senjata. Kerusakan jaringan komunikasi ini mengisolasi warga dari akses informasi penting dan bantuan darurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan