Suara.com - Pemerintah terus mempercepat program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menyatakan, pemerintah telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk pelaksanaan program selama tiga tahun, mulai 2026 hingga 2028.
Hal tersebut disampaikan Tito usai memimpin rapat koordinasi secara daring bersama jajaran Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PLN, serta pemerintah daerah dari tiga provinsi terdampak yang bertempat di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).
“Anggaran rehab-rekon yang telah disetujui untuk tiga tahun, 2026 sampai 2028 mencapai Rp100,1 triliun, untuk tahun 2026 sendiri dialokasikan sekitar Rp39 triliun," kata Tito.
Ia juga menambahkan, pemerintah telah menyalurkan tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun kepada Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Januari 2026.
"Kami dari satgas menggejot pemerintah daerah untuk bekerka dengan anggaran yang sudah ada termasuk tambahan transfer keuangan daerah yang telah diberikan pada Januari lalu," ujar Tito.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menyampaikan, pihaknya memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp21,16 triliun untuk mendukung penanganan pascabencana di Sumatera.
Anggaran tersebut terbagi ke empat direktorat jenderal, yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp7,5 triliun, Direktorat Jenderal Bina Marga Rp6,73 triliun, Direktorat Jenderal Cipta Karya Rp4 triliun, dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Rp2,89 triliun.
“Realisasi keuangan saat ini mencapai Rp2,4 triliun atau 11,35 persen, sedangkan realisasi fisik sebesar 26,4 persen. Kami akan terus menggenjot pelaksanaan agar mamfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Apri.
Baca Juga: Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
Program yang dijalankan Kementerian PU meliputi pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, irigasi, serta berbagai sarana dan prasarana umum di wilayah terdampak.
Di sektor perumahan, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan, proses tender pembangunan hunian tetap (huntap) telah berjalan dan pembangunan fisik ditargetkan mulai dilakukan secara masif pada September 2026.
Pembangunan huntap dilakukan melalui dua skema. Pertama, pembangunan di lahan milik warga (in situ) yang ditangani BNPB. Kedua, pembangunan kawasan hunian komunal (ek situ) yang menjadi tanggung jawab Kementerian PKP.
“Kami siap memulai pembangunan secara masif pada September mendatang,” ujarnya.
Kementerian PKP mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk membangun 7.952 unit huntap komunal yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya, 6.220 unit di Aceh, 919 unit di Sumatera Utara, dan 813 unit di Sumatera Barat.
Pembangunan tersebut akan dilakukan di 54 lokasi dengan total kebutuhan lahan mencapai 198,21 hektare. Khusus di Aceh Tengah, masih terdapat proses penyelesaian lahan seluas sekitar 2,4 hektare untuk satu lokasi pembangunan.
Berita Terkait
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan
-
Kegaduhan di Kementerian PU Dinilai Bisa Berujung Lengsernya Dody Hanggodo
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan