-
Suhu Jepang tembus 40 C memicu status hari panas kejam kokushobi di tiga kota.
-
Ratusan warga dilarikan ke rumah sakit hingga menyebabkan peringatan beban berlebih armada ambulans.
-
Pemerintah Tokyo mengimbau pekerja memakai pakaian kasual guna menghadapi gelombang panas ekstrem.
Suara.com - Fenomena cuaca ekstrem memaksa otoritas Jepang menetapkan status waspada tinggi setelah lonjakan suhu melampaui ambang batas berbahaya 40 derajat Celsius.
Ancaman iklim yang kian mematikan ini memicu krisis kesehatan massal hingga merusak ritme kerja harian masyarakat setempat.
Kenaikan suhu udara yang terbilang tidak wajar ini melumpuhkan aktivitas publik di berbagai kota pusat industri.
Kondisi ini menjadikan lonjakan panas tahun ini sebagai salah satu yang terparah dalam catatan sejarah meteorologi kawasan.
Masyarakat kini harus beradaptasi dengan tingkatan peringatan bahaya baru yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) merilis istilah khusus "kokushobi" atau hari panas sangat kejam guna menggambarkan ancaman cuaca di atas 40 derajat Celsius.
Penetapan istilah resmi sejak April lalu tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap dampak destruktif panas ekstrem.
Tiga wilayah perkotaan yaitu Tajimi, Gujo, dan Toyoda secara bersamaan mencatatkan suhu udara tembus batas kritis tersebut.
Laporan prediksi cuaca mengindikasikan gelombang panas menyengat ini masih akan bertahan hingga pekan mendatang.
Baca Juga: Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang
Lonjakan suhu luar biasa ini sejalan dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang melanda berbagai belahan dunia.
Stasiun pemantau cuaca nasional mencatat hampir 300 lokasi pengukuran mendeteksi kategori "moshobi" atau hari sangat panas melampaui 35 derajat Celsius.
Pemerintah daerah di lebih dari 40 prefektur langsung merilis peringatan dini serangan sengatan panas bagi warga.
Petugas medis mendesak warga mengaktifkan pendingin udara serta mencukupi asupan air dan garam harian.
Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan 287 pasien berusia 3 hingga 103 tahun dilarikan ke fasilitas medis akibat sengatan panas.
Angka evakuasi darurat harian tersebut menjadi rekor tertinggi pemindahan pasien terkait cuaca sepanjang tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!
-
Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja
-
Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon
-
Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia
-
Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum
-
5 Sepatu Running Pria di Bawah Rp500 Ribu, Ada yang Cuma Rp100 Ribuan!
-
Pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak Bisa Berujung Resistensi Publik
-
Sudaryono Resmi Jadi Kepala BGN, Bawa Misi Zero Tolerance Korupsi