- Aliansi Jurnalis Independen mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal 'Londo Ireng'.
- Prabowo sebelumnya menyatakan dalam pidatonya bahwa pihak bermental Londo Ireng kini menyamar sebagai jurnalis dan LSM.
- AJI menilai tuduhan tersebut merendahkan profesi wartawan yang bekerja berdasarkan fakta.
Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut "Londo Ireng" kini mengenakan baju jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). AJI menilai ucapan tersebut merendahkan profesi wartawan sekaligus melontarkan tuduhan tanpa dasar.
"Tidak seharusnya seorang Presiden bercakap seperti itu," kata Sekretaris Jenderal AJI Bayu Wardhana kepada Suara.com, Jumat (24/7/2026).
Bayu menegaskan, wartawan bekerja berdasarkan fakta, bukan mencari-cari kesalahan pemerintah sebagaimana disinggung Presiden Prabowo dalam pidatonya.
"Presiden bilang jurnalis mencari-cari kesalahan karena pemerintah sudah memperbaiki 67 ribu. Faktanya kan memang ada sekolah yang bangunannya rusak," ungkap Bayu.
Menurutnya, pemerintah semestinya menjadikan pemberitaan media sebagai masukan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, bukan justru memandangnya sebagai serangan.
"Respons yang baik kan berterima kasih ditunjukkan ada sekolah yang masih rusak bangunannya dan pemerintah segera perbaiki. Tapi Presiden malah merasa dicari-cari kesalahan. Penting untuk berpikir positif pada media," ujar Bayu.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa masih ada pihak-pihak bermental "Londo Ireng" di Indonesia.
Dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7), Prabowo mengatakan mereka kini tidak lagi tampil seperti pada masa kolonial, melainkan berada di berbagai profesi, termasuk wartawan, pengamat, dan LSM.
Pernyataan itu disampaikan setelah Prabowo menyinggung pemberitaan media yang menampilkan kondisi sekolah rusak, meski pemerintah mengklaim telah memperbaiki sekitar 67 ribu sekolah.
Baca Juga: Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menjunjung tinggi demokrasi dan tidak antikritik. Ia mengatakan pernyataannya bukan ditujukan untuk menolak kritik, melainkan mengingatkan bahwa masih ada pihak yang dinilainya lebih berpihak pada kepentingan asing dibanding kepentingan bangsa sendiri.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga mengaitkan istilah "Londo Ireng" dengan pihak-pihak yang dahulu berpihak kepada penjajah Belanda.
Menurutnya, mentalitas tersebut masih ada hingga kini, hanya saja muncul dalam bentuk dan profesi yang berbeda, termasuk di media, LSM, maupun kalangan pengamat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bobby Nasution Jadi Gubernur Sumut Pertama yang Berkantor di Kepulauan Nias
-
Makna dan Filosofi Logo HUT Riau ke-69, Berikut Link Download-nya
-
6 Tips Memilih Sabun Cuci Muka untuk Usia 40-an agar Flek Hitam Berkurang
-
Heboh Siswa PIP Naik Ambulans, BNI Tegaskan Bukan Arahan Petugas
-
Norwegian Wood: Novel Tentang Cinta, Trauma, Kesepian, dan Keberanian Bertahan
-
Rudal Israel Sasar Ambulans di Lebanon, Tenaga Medis Jadi Korban
-
Gantikan Febrie Adriansyah, Jampidsus Kuntadi Emban Dua Misi Khusus dari Jaksa Agung
-
Sisa Kuota Tak Boleh Hangus, DPR Ingatkan Operator: Jangan Ada Akal-akalan Usai Putusan MK
-
9 HP Murah tapi Bagus dengan Fitur Kamera Terbaik yang Bisa Kamu Beli
-
Menteri Hukum: Mayoritas Aduan di Program Pasti Ada Solusi Telah Ditindaklanjuti