News / Internasional
Senin, 27 Juli 2026 | 13:48 WIB
Ilustrasi bom mobil. (Shutterstock)
Baca 10 detik
  • Ledakan bom rakitan mengguncang Kementerian Kehakiman Filipina beberapa jam sebelum pidato tahunan presiden.

  • Polisi menemukan bahan peledak kedua di dekat Gedung Senat dan menduga kedua insiden saling berkaitan.

  • Aksi teror terjadi saat Filipina dihantam krisis pemakzulan wakil presiden dan skandal korupsi proyek banjir.

Pihak kepolisian daerah masih enggan berspekulasi mengenai potensi daya rusak dari peledak rakitan kedua tersebut.

Juru bicara kepolisian wilayah, Hazel Asilo, menolak memperkirakan seberapa besar daya ledak perangkat tersebut jika sampai meledak.

Proses penyelidikan intensif terus berjalan untuk memburu dalang utama di balik aksi teror terencana ini.

Aksi teror bom ini meletus di tengah pusaran krisis politik yang kian memanas di tingkat elite Filipina.

Pemerintahan Presiden Marcos Jr. sedang mendapat sorotan tajam seiring munculnya gelombang kekecewaan publik.

Wakil Presiden Sara Duterte saat ini tengah berada dalam bidikan proses pemakzulan oleh parlemen.

Di sisi lain, publik Filipina sedang mengecam skandal korupsi besar terkait proyek fiktif penanggulangan banjir.

Load More