News / Metropolitan
Selasa, 28 Juli 2026 | 19:27 WIB
Erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur. [ANTARA FOTO/Mega Tokan]
Baca 10 detik
  • Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT mengalami erupsi pada Selasa 28 Juli 2026.
  • Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter.
  • PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi berstatus Siaga itu.

Suara.com - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Selasa (28/7/2026) pukul 18.14 WITA.

Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak gunung yang hingga kini masih berstatus Level III (Siaga).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Herman Yosep M. Boro, mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara hingga barat laut.

"Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan durasi sekitar 52 detik," kata Herman dikutip dari ANTARA, Selasa (28/7/2027).

PVMBG mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi selama status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level III atau Siaga.

Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.

PVMBG juga mengimbau warga mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote yang dialiri sungai berhulu di puncak gunung.

Bagi warga yang terdampak hujan abu vulkanik, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut disarankan untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, maupun dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung guna memantau perkembangan aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Load More