- Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga Level III dengan larangan beraktivitas radius 3 kilometer.
- Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung diimbau tidak mempercayai isu hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi gunung.
- Seluruh pihak wajib memantau informasi perkembangan aktivitas vulkanik hanya melalui kanal resmi Badan Geologi dan PVMBG Indonesia.
Suara.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat di pesisir Provinsi Banten dan Lampung tidak mudah terpancing isu yang mengaitkan erupsi Gunung Anak Krakatau dengan potensi tsunami.
Hingga kini, status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III atau Siaga dan belum ada perubahan rekomendasi dari otoritas.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menegaskan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk wisatawan, tetap wajib mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
"Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Lana kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Selain menjauhi kawasan berbahaya, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman vulkanik seperti awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Di sisi lain, Lana mengingatkan warga di pesisir Banten dan Lampung agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, khususnya isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami.
"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," ujarnya.
Lana menegaskan, seluruh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya hanya mengacu pada kanal resmi Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Krakatau, aplikasi dan situs MAGMA Indonesia, laman resmi PVMBG, maupun kanal media sosial Badan Geologi.
Baca Juga: Pedas! Guntur Romli Sebut Kepala Kerbau Diinjak Jokowi Simbol Loyalis Terbuai Perilaku Raja
Menurutnya, disiplin mengikuti informasi resmi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar bohong yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta
-
Fakta-fakta Kebakaran TPA Jatiwaringin, Ratusan Orang Mengungsi
-
Korban Ketiga Operasi Narkoba Katingan: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Meninggal