News / Internasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB
Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas. (BBC)
Baca 10 detik
  • Spanyol mengerahkan pasukan militer ke Ceuta akibat penerobosan ribuan migran yang menewaskan 15 orang.

  • Krisis perbatasan memicu perselisihan diplomatik antara Spanyol dan Italia terkait ancaman penangguhan Perjanjian Schengen.

  • Eksklave Ceuta dan Melilla merupakan satu-satunya jalur perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan Afrika.

Suara.com - Pemerintah Spanyol menerjunkan unit militer ke Ceuta guna mengamankan wilayah eksklave Afrika Utara tersebut dari lonjakan hebat ribuan migran yang menerobos masuk. Langkah darurat ini diambil setelah sedikitnya 15 orang tewas tenggelam saat mencoba melintasi laut dari Maroko pada Kamis lalu.

Kepanikan di kawasan pantai memuncak ketika sistem pengawasan perbatasan lumpuh total dan ribuan orang nekat melintasi jetty pembatas. Putusan Mahkamah Agung Spanyol bulan ini yang melarang pengembalian langsung migran ke Maroko dinilai memicu gelombang kedatangan besar-besaran tersebut.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol menuding sindikat perdagangan manusia memanfaatkan celah hukum itu untuk mendorong penyeberangan ilegal secara masif.

Spanyol mengerahkan militer ke Ceuta setelah ribuan migran menerobos perbatasan dan belasan orang tewas.(BBC)

"Angkatan bersenjata akan memperkuat Guardia Civil dalam menjalankan kewenangannya dan kewenangan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan di kota Ceuta," tegas pihak Kementerian Dalam Negeri Spanyol.

Kondisi penerimaan penampungan migran kini mengalami overload parah hingga membuat otoritas lokal kewalahan menghadapi krisis. Pemimpin lokal Ceuta, Juan Jesús Vivas, mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan konkret dan menyelamatkan wilayahnya.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dijadwalkan meninjau lokasi secara langsung pada Jumat untuk memastikan situasi kembali terkendali. Ia berjanji akan segera mengembalikan stabilitas dan memulihkan keamanan wilayah perbatasan tersebut secepat mungkin.

Krisis perbatasan ini langsung menyulut reaksi keras dari Italia yang mengancam akan mengambil langkah-langkah luar biasa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mempertimbangkan untuk membekukan perjanjian bebas visa Schengen khusus untuk akses dari Spanyol.

Meloni menegaskan pandangannya melalui akun media sosial terkait rekaman kondisi terkini di Ceuta yang dinilainya sangat mengkhawatirkan.

Ia menulis di X bahwa gambar-gambar dari Ceuta begitu mengejutkan, serta membuktikan bahwa imigrasi ilegal yang tidak terkendali menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan perbatasan Eropa.

Baca Juga: Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?

Pernyataan senada juga disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani yang menilai krisis ini mengancam stabilitas kawasan. Namun, tuduhan tersebut langsung mendapat balasan menohok dari pihak diplomatik Spanyol.

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Luis Albares mengkritik keras Tajani karena dianggap memanfaatkan isu imigrasi demi kepentingan politik praktis.

Estimasi media lokal menyebutkan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang berhasil menyeberang ke Ceuta dalam kurun waktu sehari. Bentrokan fisik tak terhindarkan di beberapa titik penerobosan sepanjang perbatasan darat maupun laut.

Di Fnideq, kota Maroko yang berbatasan langsung dengan Ceuta, aparat keamanan Maroko menembakkan meriam air untuk membubarkan kerumunan migran. Sementara di Melilla, rekaman video menunjukkan bentrokan sengit antara massa dan petugas di pintu perbatasan Beni Ansar.

Latar belakang ketegangan ini mengingatkan pada insiden besar Mei 2021 lalu, ketika 8.000 migran menerobos Ceuta dalam hitungan hari. Kejadian kala itu sempat memicu krisis diplomatik panjang antara pemerintah Spanyol dan Maroko.

Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah eksklave Spanyol yang menjadi satu-satunya perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika. Meski pengamanan dan benteng perbatasan terus diperketat dalam beberapa tahun terakhir, arus imigrasi ilegal tetap sulit dihentikan secara total.

Load More