-
Spanyol mengerahkan pasukan militer ke Ceuta akibat penerobosan ribuan migran yang menewaskan 15 orang.
-
Krisis perbatasan memicu perselisihan diplomatik antara Spanyol dan Italia terkait ancaman penangguhan Perjanjian Schengen.
-
Eksklave Ceuta dan Melilla merupakan satu-satunya jalur perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan Afrika.
Suara.com - Pemerintah Spanyol menerjunkan unit militer ke Ceuta guna mengamankan wilayah eksklave Afrika Utara tersebut dari lonjakan hebat ribuan migran yang menerobos masuk. Langkah darurat ini diambil setelah sedikitnya 15 orang tewas tenggelam saat mencoba melintasi laut dari Maroko pada Kamis lalu.
Kepanikan di kawasan pantai memuncak ketika sistem pengawasan perbatasan lumpuh total dan ribuan orang nekat melintasi jetty pembatas. Putusan Mahkamah Agung Spanyol bulan ini yang melarang pengembalian langsung migran ke Maroko dinilai memicu gelombang kedatangan besar-besaran tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menuding sindikat perdagangan manusia memanfaatkan celah hukum itu untuk mendorong penyeberangan ilegal secara masif.
"Angkatan bersenjata akan memperkuat Guardia Civil dalam menjalankan kewenangannya dan kewenangan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan di kota Ceuta," tegas pihak Kementerian Dalam Negeri Spanyol.
Kondisi penerimaan penampungan migran kini mengalami overload parah hingga membuat otoritas lokal kewalahan menghadapi krisis. Pemimpin lokal Ceuta, Juan Jesús Vivas, mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan konkret dan menyelamatkan wilayahnya.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dijadwalkan meninjau lokasi secara langsung pada Jumat untuk memastikan situasi kembali terkendali. Ia berjanji akan segera mengembalikan stabilitas dan memulihkan keamanan wilayah perbatasan tersebut secepat mungkin.
Krisis perbatasan ini langsung menyulut reaksi keras dari Italia yang mengancam akan mengambil langkah-langkah luar biasa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mempertimbangkan untuk membekukan perjanjian bebas visa Schengen khusus untuk akses dari Spanyol.
Meloni menegaskan pandangannya melalui akun media sosial terkait rekaman kondisi terkini di Ceuta yang dinilainya sangat mengkhawatirkan.
Ia menulis di X bahwa gambar-gambar dari Ceuta begitu mengejutkan, serta membuktikan bahwa imigrasi ilegal yang tidak terkendali menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan perbatasan Eropa.
Baca Juga: Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Pernyataan senada juga disuarakan oleh Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani yang menilai krisis ini mengancam stabilitas kawasan. Namun, tuduhan tersebut langsung mendapat balasan menohok dari pihak diplomatik Spanyol.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Luis Albares mengkritik keras Tajani karena dianggap memanfaatkan isu imigrasi demi kepentingan politik praktis.
Estimasi media lokal menyebutkan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang berhasil menyeberang ke Ceuta dalam kurun waktu sehari. Bentrokan fisik tak terhindarkan di beberapa titik penerobosan sepanjang perbatasan darat maupun laut.
Di Fnideq, kota Maroko yang berbatasan langsung dengan Ceuta, aparat keamanan Maroko menembakkan meriam air untuk membubarkan kerumunan migran. Sementara di Melilla, rekaman video menunjukkan bentrokan sengit antara massa dan petugas di pintu perbatasan Beni Ansar.
Latar belakang ketegangan ini mengingatkan pada insiden besar Mei 2021 lalu, ketika 8.000 migran menerobos Ceuta dalam hitungan hari. Kejadian kala itu sempat memicu krisis diplomatik panjang antara pemerintah Spanyol dan Maroko.
Ceuta dan Melilla merupakan dua wilayah eksklave Spanyol yang menjadi satu-satunya perbatasan darat langsung antara Uni Eropa dan benua Afrika. Meski pengamanan dan benteng perbatasan terus diperketat dalam beberapa tahun terakhir, arus imigrasi ilegal tetap sulit dihentikan secara total.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang
-
Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?
-
Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah