-
Presiden Korsel Lee Jae Myung meminta Presiden Prabowo berkunjung dan membuka dialog dengan Korut.
-
Prabowo menyatakan kesediaan membantu proses diplomasi damai demi menjaga kebebasan politik luar negeri Indonesia.
-
Dunia internasional memandang Indonesia sebagai mediator netral yang dipercaya tanpa kepentingan politik tertentu.
Suara.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara khusus meminta Presiden Indonesia Prabowo Subianto melawat ke Korea Utara guna membuka ruang komunikasi dua negara. Dan Prabowo mau. Indonesia memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Korea Utara yang telah terjalin sejak tanggal 17 Juni 1961.
Permintaan strategis tersebut disanggupi Prabowo demi memperkuat peran aktif politik luar negeri Indonesia di panggung diplomasi dunia. Termasuk jika diminta ke negara Kim Jong Un itu.
Kepercayaan Korsel ini menjadi bukti nyata bahwa posisi netral Indonesia diakui sekaligus dihormati oleh kekuatan geopolitik internasional.
Sinyal diplomasi berharga ini diungkapkan Prabowo di hadapan para pengusaha anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Prabowo menegaskan bahwa kebebasan sikap politik Indonesia membuat negara ini bebas berinteraksi dengan poros manapun, mulai dari Amerika Serikat, China, Rusia, hingga tetangga terdekat.
"Ini juga yang membuat kita bisa diterima di mana-mana. Bahkan kunjungan saya terakhir di Seoul, Korea Selatan, presiden (Lee Jae Myung) meminta kepada saya. 'bisa enggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog?'," kata Prabowo.
Prabowo menyambut positif ajakan tersebut dan menyatakan kesiapannya jika amanat diplomasi damai itu benar-benar dibutuhkan.
"Oh saya bilang 'saya dengan hormat, dengan rela, kalau yang mulia minta saya untuk ke Korea Utara, saya berangkat'," ujar Prabowo.
Prabowo menilai permintaan Seoul lahir dari persepsi global yang memandang Indonesia murni bertindak tanpa agenda hidden interest atau intervensi internal.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
Prinsip menghormati kedaulatan negara lain menjadi fondasi utama yang terus dipertahankan pemerintah Indonesia dalam memediasi berbagai dinamika regional.
"Di Myanmar pun kita pegang teguh itu. Kita bisa diterima oleh hampir semua pihak," kata Prabowo.
Pendekatan non-blok ini terbukti efektif menjaga kestabilan hubungan bilateral Indonesia di tengah tajamnya kontestasi kekuatan dunia.
Sikap tidak memihak tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk tampil sebagai juru damai yang diterima berbagai faksi berkonflik.
Sejarah hubungan diplomatik Indonesia - Korea Utara
Indonesia memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Korea Utara yang telah terjalin sejak tanggal 17 Juni 1961.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang
-
Kejagung Periksa Saksi Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Lima Mangkir dari Panggilan