News / Nasional
Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid. (Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI)
Baca 10 detik
  • BAZNAS RI mengajak masyarakat mempererat persatuan bangsa melalui gerakan zakat dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas pada 1 Agustus 2026.
  • Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyatakan bahwa zakat berfungsi sebagai instrumen kebangsaan untuk mempererat persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, dan menyejahterakan umat secara adil.
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan penghimpunan zakat nasional pada 2025 tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun dan bermanfaat bagi sekitar 140 juta mustahik.

Suara.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan melalui gerakan zakat, infak, dan sedekah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam.

Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen kebangsaan yang mampu memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Zakat bukan hanya sekadar kewajiban ibadah ritual, melainkan instrumen kebangsaan yang sangat ampuh untuk mempererat tali persaudaraan, merekatkan kebhinekaan, serta menyejahterakan umat secara adil dan merata," kata Sodik, dikutip Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong melalui gerakan zakat sebagai ikhtiar bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan sosial keagamaan di Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif.

Ia mengungkapkan, penghimpunan zakat nasional pada 2025 tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun. Dana tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 140 juta mustahik atau penerima zakat.

"Bagi kami, seluruh capaian itu bukan garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara," ujar Nasaruddin.

Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah. Acara tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia.

Baca Juga: 15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Load More