News / Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi kelompok KKB Papua. (Tabloid Jubi/Istimewa)
Baca 10 detik
  • Kelompok Kriminal Bersenjata menyerang kamp pekerja PT SHJ di Distrik Woniki pada Minggu malam.
  • Serangan brutal tersebut menewaskan lima pekerja infrastruktur dan tiga orang lainnya masih belum diketahui nasibnya.
  • TNI dan Polri kini sedang memburu para pelaku serta mengevakuasi para korban ke rumah sakit setempat.

Suara.com - Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa. Kali ini, para pekerja infrastruktur di kamp PT SHJ, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, menjadi sasaran serangan pada Minggu (2/8) malam.

Peristiwa tragis ini mengakibatkan lima orang tewas, di mana empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa identitas empat korban meninggal dunia adalah Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Alfons, dan Barengga.

"Tiga jenazah dievakuasi dan kini berada di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kemudian satu jenazah dievakuasi ke Karubaga, sedangkan satu jenazah dilaporkan masih berada di TKP," ujar Kolonel Tri Purwanto kepada ANTARA di Jayapura, Senin (3/8/2026).

Diserang Saat Beristirahat

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, penyerangan terjadi secara mendadak pada Minggu malam saat para pekerja tengah melepas lelah di kamp.

Fakta ini mengoreksi informasi sebelumnya yang menyebutkan kejadian berlangsung pada Senin dini hari.

Kodam XVII/Cenderawasih mengecam keras aksi biadab ini. Pasalnya, para korban adalah warga sipil yang sedang berjuang membangun infrastruktur demi kemajuan masyarakat Papua.

Nasib 3 Pekerja Masih Misteri

Baca Juga: Meki Nawipa: Pendapatan Daerah Papua Tengah Lampaui Target, PAD Tumbuh hingga 114,5 Persen

Kekhawatiran belum berakhir. Dari total 10 pekerja yang berada di kamp PT SHJ saat kejadian, nasib tiga orang lainnya hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.

"Kamp PT SHJ terdapat 10 orang pekerja, tiga orang di antaranya belum diketahui nasibnya," ungkap Kapendam.

Menanggapi situasi ini, personel gabungan TNI dan Polri tidak tinggal diam. Saat ini, petugas tengah melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku guna memastikan keamanan wilayah serta memberikan rasa aman bagi warga setempat. (Antara)

Load More