- Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang mengalami lima kali erupsi dengan ketinggian kolom abu bervariasi pada Senin pagi.
- Petugas melaporkan status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
- Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak serta di sepanjang sektor tenggara Besuk Kobokan.
Suara.com - Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat dengan lima kali erupsi yang terjadi dalam rentang kurang dari delapan jam pada Senin pagi. Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 700 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.
Selang 13 menit kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali meletus.
"Kemudian erupsi kembali pada pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Erupsi ketiga terjadi pada pukul 01.46 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu teramati mengarah ke utara dengan intensitas sedang.
Setelah jeda beberapa jam, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 05.50 WIB. Kali ini tinggi kolom letusan mencapai sekitar 300 meter di atas puncak dengan arah sebaran abu ke barat daya.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 07.56 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 120 detik.
Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga.
Liswanto menjelaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Baca Juga: Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan berupa awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.
Berita Terkait
-
Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Karapan Marmot, Tradisi Unik Penyambut Musim Kemarau di Lumajang
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Sentil Wacana Gaji Kepala Daerah Naik, JCW: Politik Mahal Tak Disentuh, Rakyat yang Menanggung
-
9 Bedak yang Tidak Bikin Muka Abu-abu dan Awet Tahan Lama, Sudah BPOM
-
Viral! Siswa Sekolah Rakyat Acungkan Celurit di Jalan, Kini Berakhir Apes
-
Mengenal 4 Zodiak yang Tidak Cocok dengan Scorpio dalam Hubungan Asmara
-
Ramalan Cinta Zodiak 3 Agustus 2026, Bagaimana Peruntungan Asmaramu Hari Ini?
-
Bom Bunuh Diri Meledak Tewaskan 14 Orang di Lembah Swat
-
5 Lipstik Warna Merah yang Cocok untuk Semua Warna Kulit, Bikin Wajah Tampak Cerah
-
Sepatu Lari ANTA PG7 Berapa Harganya? Ini Seri dan 3 Rekomendasi Paling Laris di Shopee
-
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius 13 Kilometer
-
Tragedi di Tolikara: KKB Serang Kamp Pekerja Saat Istirahat, 5 Tewas dan 3 Masih Hilang