News / Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 11:01 WIB
Arsip - Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye]
Baca 10 detik
  • Gunung Semeru di perbatasan Lumajang dan Malang mengalami lima kali erupsi dengan ketinggian kolom abu bervariasi pada Senin pagi.
  • Petugas melaporkan status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung.
  • Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari puncak serta di sepanjang sektor tenggara Besuk Kobokan.

Suara.com - Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat dengan lima kali erupsi yang terjadi dalam rentang kurang dari delapan jam pada Senin pagi. Tinggi kolom letusan yang teramati mencapai 700 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara.

Selang 13 menit kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali meletus.

"Kemudian erupsi kembali pada pukul 00.31 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 01.46 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu teramati mengarah ke utara dengan intensitas sedang.

Setelah jeda beberapa jam, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 05.50 WIB. Kali ini tinggi kolom letusan mencapai sekitar 300 meter di atas puncak dengan arah sebaran abu ke barat daya.

Erupsi kembali terjadi pada pukul 07.56 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Letusan tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 120 detik.

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/4/2026). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/kye]

Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga.

Liswanto menjelaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Baca Juga: Teknologi Balap Moto2 Gebrak Lintasan Black Drag Bike di Kanjuruhan

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya susulan berupa awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Liswanto.

Load More