News / Nasional
Senin, 03 Agustus 2026 | 18:38 WIB
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II. (Kemenhub)
Baca 10 detik
  • Politisi Sofwan Dedy Ardyanto menyampaikan duka cita atas terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 pada Minggu, 2 Agustus 2026.
  • Insiden kebakaran kapal rute Surabaya menuju Makassar tersebut terjadi di perairan laut wilayah utara Sumenep.
  • Sofwan mendesak KNKT melakukan investigasi menyeluruh karena perusahaan operator kapal itu sering mengalami kecelakaan serupa.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, angkat bicara terkait insiden kebakaran di perairan laut yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terjadi pada Minggu (2/8/2026).

Peristiwa kecelakaan laut itu terjadi saat kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Makassar, Silawesi Selatan.
 
Sofwan menyampaikan duka mendalam terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan transportasi laut tersebut. Dia juga meminta pihak terkait untuk memberikan dukungan penuh dalam pemulangan jenazah korban ke pihak keluarga hingga proses permakaman.

"Saya menyampaikan duka mendalam terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut." ujar Sofwan dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

"Saya berharap pihak terkait bisa mendukung pemulangan jenazah korban kepada pihak keluarga dengan baik. Bagi korban luka-luka dan trauma, Saya minta pihak terkait memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, jangan sampai terkendala faktor administrasi" katanya.
 
Sofwan meminta investigasi KNKT terhadap kejadian ini dilakukan secara seksama dengan rekomendasi tegas mengingat perusahaan operator pelayaran KMP Mutiara Sentosa 2 sebelumnya juga telah mengalami beberapa kali insiden kecelakaan pada tahun 2001, 2003 dan tahun 2004.

Sofwan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi mendalam dan memberikan rekomendasi yang tegas.

Pasalnya, berdasarkan catatan, kapal-kapal yang dikelola oleh PT ALP berulang kali mengalami insiden serius dalam beberapa tahun terakhir:

  • Agustus 2026: KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Sumenep, Madura (rute Surabaya–Makassar).  
  • September 2023: KMP Mutiara Berkah I terbakar di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon saat bersiap menuju Lampung.  
  • November 2022: KM Mutiara Timur 1 terbakar hingga tenggelam di perairan Karangasem, Bali (rute Lombok–Banyuwangi).  
  • Oktober 2021: KMP Permata Lestari II kandas di Selat Alas, Lombok Timur, dan merusak ekosistem terumbu karang di kawasan wisata Gili Lampu.  
  • Mei 2017: KM Mutiara Sentosa 1 terbakar hebat di perairan Masalembu (rute Surabaya–Balikpapan) dan menelan korban jiwa.  

Selain deretan kecelakaan armada, PT ALP juga tercatat pernah diterpa isu krusial terkait keselamatan pelayaran pada 2018 lalu.

Saat itu, aksi mogok kerja Anak Buah Kapal (ABK) KMP Mutiara Alas III akibat penundaan gaji berujung pada nekatnya kapal tetap berlayar tanpa memenuhi batas minimum kualifikasi perwira (safe manning).
 
Melihat tingginya frekuensi insiden tersebut, Sofwan mendesak Menteri Perhubungan bersama Inspektorat Jenderal untuk segera melalukan audit menyeluruh terhadap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Kantor Syahbandar setempat.  

"Mengapa perusahaan operator yang sama bisa begitu sering mengalami kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir? Audit juga harus menyasar Syahbandar selaku otoritas penerbit izin layar (Port Clearance). Pengawasan keselamatan pelayaran tidak boleh diabaikan demi keselamatan masyarakat," pungkas legislator dari Dapil Jawa Tengah tersebut.

Baca Juga: DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik

Load More