- Politisi Sofwan Dedy Ardyanto menyampaikan duka cita atas terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 pada Minggu, 2 Agustus 2026.
- Insiden kebakaran kapal rute Surabaya menuju Makassar tersebut terjadi di perairan laut wilayah utara Sumenep.
- Sofwan mendesak KNKT melakukan investigasi menyeluruh karena perusahaan operator kapal itu sering mengalami kecelakaan serupa.
Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, angkat bicara terkait insiden kebakaran di perairan laut yang melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang terjadi pada Minggu (2/8/2026).
Peristiwa kecelakaan laut itu terjadi saat kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Makassar, Silawesi Selatan.
Sofwan menyampaikan duka mendalam terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan transportasi laut tersebut. Dia juga meminta pihak terkait untuk memberikan dukungan penuh dalam pemulangan jenazah korban ke pihak keluarga hingga proses permakaman.
"Saya menyampaikan duka mendalam terhadap korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut." ujar Sofwan dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).
"Saya berharap pihak terkait bisa mendukung pemulangan jenazah korban kepada pihak keluarga dengan baik. Bagi korban luka-luka dan trauma, Saya minta pihak terkait memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik, jangan sampai terkendala faktor administrasi" katanya.
Sofwan meminta investigasi KNKT terhadap kejadian ini dilakukan secara seksama dengan rekomendasi tegas mengingat perusahaan operator pelayaran KMP Mutiara Sentosa 2 sebelumnya juga telah mengalami beberapa kali insiden kecelakaan pada tahun 2001, 2003 dan tahun 2004.
Sofwan meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi mendalam dan memberikan rekomendasi yang tegas.
Pasalnya, berdasarkan catatan, kapal-kapal yang dikelola oleh PT ALP berulang kali mengalami insiden serius dalam beberapa tahun terakhir:
- Agustus 2026: KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Sumenep, Madura (rute Surabaya–Makassar).
- September 2023: KMP Mutiara Berkah I terbakar di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon saat bersiap menuju Lampung.
- November 2022: KM Mutiara Timur 1 terbakar hingga tenggelam di perairan Karangasem, Bali (rute Lombok–Banyuwangi).
- Oktober 2021: KMP Permata Lestari II kandas di Selat Alas, Lombok Timur, dan merusak ekosistem terumbu karang di kawasan wisata Gili Lampu.
- Mei 2017: KM Mutiara Sentosa 1 terbakar hebat di perairan Masalembu (rute Surabaya–Balikpapan) dan menelan korban jiwa.
Selain deretan kecelakaan armada, PT ALP juga tercatat pernah diterpa isu krusial terkait keselamatan pelayaran pada 2018 lalu.
Saat itu, aksi mogok kerja Anak Buah Kapal (ABK) KMP Mutiara Alas III akibat penundaan gaji berujung pada nekatnya kapal tetap berlayar tanpa memenuhi batas minimum kualifikasi perwira (safe manning).
Melihat tingginya frekuensi insiden tersebut, Sofwan mendesak Menteri Perhubungan bersama Inspektorat Jenderal untuk segera melalukan audit menyeluruh terhadap Direktorat Jenderal Perhubungan Laut serta Kantor Syahbandar setempat.
"Mengapa perusahaan operator yang sama bisa begitu sering mengalami kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir? Audit juga harus menyasar Syahbandar selaku otoritas penerbit izin layar (Port Clearance). Pengawasan keselamatan pelayaran tidak boleh diabaikan demi keselamatan masyarakat," pungkas legislator dari Dapil Jawa Tengah tersebut.
Baca Juga: DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik
Tag
Berita Terkait
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik
-
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Lima Orang Meninggal, KNKT Selidiki Penyebab
-
Detik-detik Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
AHY Minta Evaluasi Total Keselamatan Kapal usai Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
-
Penyebab Belum Diketahui, Begini Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Buntut Promosi Vape Libatkan Anak, Polda Metro Bakal Panggil Pelapor YouTuber Bigmo
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka, Kasus Kecelakaan 19 Korban Naik ke Tahap Penyidikan
-
Sering Kecelakaan, Legislator PDIP Desak Evaluasi Total Operator KMP Mutiara Sentosa
-
CNG 3 Kg Pengganti LPG Masuk Uji Akhir, Bahlil: Doakan Yang Terbaik Untuk Ibu Pertiwi!
-
Sekda Baru dan 6 Pejabat Eselon Pemkot Pekanbaru Dilantik, Ini Nama-namanya
-
Buron Internasional, Interpol Terbitkan Red Notice untuk Tersangka Pencabulan Syekh Ahmad Al Misry
-
Profil dan Gurita Bisnis Robert Budi Hartono yang Resmi Jadi Pengendali Tunggal BCA
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"
-
Operasi Tumor Otak Lewat Kelopak Mata? RSUD Labuang Baji Cetak Sejarah Baru
-
Bahlil Ngaku IPK Kuliahnya 2,75, Candaan soal Gelar Doktor Bikin Peserta Musda Tertawa