News / Metropolitan
Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:52 WIB
Lokasi penemuan jenazah korban mutilasi di Kaveling Depkes, dipasang garis kuning polisi, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026). (Suara.com/Cornelius Juan)
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial SA pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai terduga pelaku pembunuhan mutilasi di Depok.
  • Warga Depok menemukan jenazah korban dalam karung berlapis plastik pada Selasa petang, 4 Agustus 2026, setelah mencium bau busuk.
  • Ketua RT setempat mengonfirmasi bahwa korban mutilasi tersebut bukan merupakan warga lokal dan tidak ada laporan warga hilang.

Suara.com - Lokasi penemuan jenazah korban mutilasi di Kaveling Depkes, Depok, dipasang garis kuning polisi. Warga sekitar pun tidak mengenal korban maupun pelaku yang baru saja diringkus kepolisian.

Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial SA, terduga pelaku pembunuhan yang memutilasi korbannya di Tanah Merah, Kaveling Depkes, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).

Warga RT. 03 / RW. 17 yang menjadi saksi pertama penemuan jenazah, Herni Septiani, tidak mengetahui identitas korban maupun pelaku dengan inisial SA itu.

"Untuk pelaku dan korban (saya) sama sekali enggak kenal," kata Erni kepada Suara.com di depan rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari lokasi penemuan jenazah, Depok, Kamis (5/8/2026).

Ia menyatakan karung tersebut sudah terlihat sejak Jumat (24/7/2026) pagi sekitar pukul 06.55 WIB. Saat itu ia kembali ke rumah selepas mengantar putranya sekolah.

Saat itu dirinya sempat memotret karung tersebut dan dikirim ke grup keluarga sebagai bentuk pengingat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Erni mengira karung tersebut berisi sampah bekas hajatan atau pedagang. Lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

Namun dalam satu hingga dua hari kemudian, ia beserta keluarga mulai mencium bau busuk. Setelah seminggu, Erni melihat muncul belatung dari karung dan terlihat kotor.

Pada Selasa (4/8/2026) petang, adik Erni berniat membakar karung tersebut untuk menghilangkan bau menyengat. Saat karung terbakar, terlihat tangan manusia keluar.

Baca Juga: Cekcok Berujung Maut, Pelaku Mutilasi Depok Baru Mengenal Korban Lewat Sosial Media

"Pas ngelihat ada tangan jatuh gitu ya, jadi langsung mikir ini kayaknya mayat orang, jadi buru-buru langsung matiin itu apinya gitu,
ngambil air ke rumah, nyiram, terus langsung ngambil karpet, tutupin," jelasnya.

Erni lantas melapor temuan tersebut ke ketua RT. 03 dan RT. 05 kelurahan setempat.

Adik Erni yang turut jadi saksi kejadian, Muhammad Rizkywan, mengatakan jenazah terbungkus dalam karung yang terdiri dari dua lapis. Lapisan paling luar adalah plastik bening dan lapisan dalam adalah plastik kantong hitam ukuran besar.

Tidak ada Warga Hilang

Ketua RT. 02/RW.17, Waluyo, mengonfirmasi bahwa korban bukan warga lingkungannya. Ia menyatakan tidak ada laporan warga hilang di wilayah tersebut.

"Di sini enggak ada (warga hilang). Aman ya untuk warga saya aman," ujarnya saat ditemui di seberang lokasi penemuan jenazah, Jalan Kavling Raya, Pancoran Mas, Depok, Rabu (5/8/2026).

Ia mengaku beberapa warga sekitar sempat mencium bau busuk beberapa hari sebelumnya, namun mengira itu adalah bau bangkai hewan atau sampah.

Waluyo bercerita dirinya mengetahui keberadaan mayat saat warga sekitar sudah mengerumuni lokasi.

"Karena saya juga kan sering orang buang sampah, cuma enggak nyangka aja gitu, enggak nyangka kalau itu (mayat)," katanya. (Reporter: Cornelius Juan Prawira)

Load More