- Kunaefi (51) ditemukan tewas dimutilasi setelah terlibat cekcok dengan tersangka Saepul di Depok.
- Polisi berhasil menangkap tersangka Saepul di Pandeglang, Banten, saat pelaku diduga hendak melarikan diri.
- Pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan sadis tersebut, termasuk dugaan pelaku merupakan penyuka sesama jenis.
Suara.com - Warga Perumahan Griya Putra Mandiri, Cipayung Jaya, Depok, tak menyangka Kunaefi (51), pria yang dikenal pendiam dan rajin beribadah, menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi.
Salah seorang tetangga korban, Yudi (40), mengatakan Kunaefi dikenal sebagai pribadi yang tertutup, namun tetap aktif mengikuti kegiatan warga dan salat berjemaah di musala.
"Orangnya pendiam, tapi nggak ada hal-hal menyimpang lah," katanya saat ditemui Suara.com di Griya Putra Mandiri, Cipayung Jaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Menurut Yudi, korban juga kerap mengajak kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk salat berjemaah dan berbaur dengan warga.
"Saya sering salat berjamaah dengan almarhum. Biasanya salat sama anak-anaknya," ucapnya.
Yudi menambahkan, Kunaefi sebelumnya pernah bekerja cukup lama di Palu, Sulawesi Tengah. Namun belakangan ia sudah tidak lagi bekerja.
Geledah Kontrakan Pelaku
Inafis Polri menggeledah kontrakan yang pernah ditempati tersangka Saepul (26) di Jalan Belimbing RT 003/RW 05, Cipayung Jaya, Depok.
Ketua RT setempat, Aris, mengatakan Saepul tinggal bersama seorang pria bernama Jeje selama sekitar enam hingga tujuh bulan.
Baca Juga: Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku
Saat pertama kali datang, keduanya mengaku tinggal bersama untuk membuka usaha makanan. Namun, menurut Aris, mereka dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga.
"Agak tertutup. Ini jadi cambukan buat saya," ujarnya.
Pemilik kontrakan, Erna, juga mengaku tidak banyak berkomunikasi dengan kedua penyewa, selain ketika ada kerusakan di rumah kontrakan.
"Selebihnya kita gak pernah ketemu, kayak gitu. Paling kalau misalnya ada kerusakan," ujarnya.
Penyuka Sesama Jenis
Polisi menangkap Saepul di Panimbang, Pandeglang, Banten, saat diduga hendak melarikan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek