- BMKG dan BPBD DKI Jakarta memasang alat modifikasi cuaca di gedung tinggi Jakarta untuk mengantisipasi ancaman kekeringan El Nino.
- Teknologi generator tersebut bekerja dengan menyemai bahan ke awan untuk memicu hujan demi menjaga kualitas udara kota Jakarta.
- Pemasangan alat ini menjadi strategi antisipasi kemarau panjang yang diprediksi BMKG akan terjadi mulai Juni 2026 hingga Mei 2027.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasang ground-based generator di sejumlah gedung tinggi Jakarta, sebagai langkah antisipasi musim kemarau dan ancaman El Nino 2026 yang diperkirakan membuat kondisi wilayah Indonesia makin kering.
Pemasangan alat operasi modifikasi cuaca (OMC) itu dilakukan BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta beserta berbagai pihak, dengan tujuan menjaga kualitas udara ibu kota ketika periode tanpa hujan berlangsung lama.
"Ketika Jakarta dua minggu atau tiga minggu tidak hujan sama sekali, kualitas udaranya akan menurun," kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).
Alat tersebut bekerja dengan melepaskan bahan semai ke udara saat terdapat potensi awan untuk memicu turunnya hujan.
"Jadi kami akan melepaskan bahan semai, apakah itu uap air atau flare khusus. Ketika ada awan, teknologi ini diharapkan dapat membantu menurunkan hujan sehingga kualitas udara Jakarta menjadi lebih baik," lanjut Teuku,
Meski alat sudah terpasang, BMKG belum mengungkap secara rinci jumlah maupun lokasi gedung yang menjadi titik pemasangan generator tersebut.
"Kalau detailnya, nanti mungkin saya sampaikan," imbuhnya.
Langkah pemasangan ground-based generator ini menjadi bagian dari strategi besar BMKG menghadapi musim kemarau sekaligus ancaman El Nino, yang dikhawatirkan memperparah kekeringan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jakarta.
BMKG juga memperkuat operasi modifikasi cuaca di berbagai daerah untuk menjaga tampungan air serta mencegah kebakaran hutan dan lahan yang kerap menyertai musim kemarau panjang.
Baca Juga: 96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
El Nino di Indonesia sendiri diperkirakan BMKG bakal mulai aktif pada Juni 2026, dan berlangsung sekitar Maret hingga Mei 2027 dengan intensitas moderat sampai kuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut