News / Nasional
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:23 WIB
Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, wilayah pesisir Tanah Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, memicu kemarahan mendalam dari pihak keluarga korban. (tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Ratusan siswa di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, mengalami dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis.
  • Keluarga korban menuntut penghentian program tersebut kepada pejabat tinggi negara karena menilai pendidikan gratis lebih penting.
  • Pemerintah fokus memulihkan kesehatan korban, sementara Amnesty International mendesak penghentian dan evaluasi total program tersebut.

Tercatat setidaknya 527 orang dilaporkan diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.

Sebelumnya terpisah, ada Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, yang turut menyuarakan agar program MBG dihentikan menyusul rentetan kasus dugaan keracunan yang kembali muncul.

"Berapa ratus siswa lagi yang harus menjadi korban keracunan agar pemerintah mau mendengar desakan tersebut?" tegas Usman.

Besarnya jumlah siswa yang dilaporkan keracunan MBG di Jayapura, Papua, dan di Semarang, Jawa Tengah dalam sepekan terakhir harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera menghentikan sementara dan mengevaluasi program tersebut.

"Pihak-pihak yang bertanggung jawab wajib diproses hukum secara adil dan transparan jika terbukti melakukan kelalaian yang mengakibatkan keracunan massal bagi anak sekolah," tandasnya.

Load More