- Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang ditemukan di Kebayoran Baru berdasarkan laporan masyarakat atas dugaan kejanggalan.
- Penyidik mendalami keterlibatan pegawai Kejaksaan Agung bernama Febrio Adiono yang diduga turut mengantarkan jasad korban.
- Polisi menjadwalkan pemeriksaan dokter rumah sakit dan rencana ekshumasi untuk memastikan penyebab pasti kematian Sutrimo.
Suara.com - Penyidik kepolisian terus mengusut misteri kematian Sutrimo, pria yang ditemukan meninggal dunia di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Sosok Febrio Adiono kini menjadi sorotan utama penyidik usai muncul dugaan bahwa dirinya merupakan salah satu pihak yang mengantarkan jasad korban.
Nama Febrio Adiono, yang disebut-sebut sebagai staf administrasi di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), kini berstatus sebagai pihak yang pendalamannya tengah diprioritaskan oleh aparat kepolisian untuk memastikan sejauh mana keterlibatan serta kepastian statusnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan verifikasi mengenai latar belakang dan dugaan keterlibatan Febrio masih berjalan.
“Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung),” kata Budi dikutip, Minggu (9/8/2026).
Penyelidikan mendalam ini berawal dari laporan resmi yang dilayangkan masyarakat ke Bareskrim Polri.
Pihak pelapor mengindikasikan adanya ketidakwajaran pada kondisi meninggalnya Sutrimo, sehingga memicu permohonan agar kepolisian bertindak cepat.
“Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar,” katanya.
Guna menguak tabir penyebab pasti kematian Sutrimo, Budi mengonfirmasi bahwa pihak pelapor telah mengajukan permohonan pembongkaran makam atau ekshumasi.
Baca Juga: Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi
“Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian,” ucapnya.
Langkah ekshumasi ini bakal didahului oleh pemeriksaan medis formal. Penyidik menjadwalkan ulang pemanggilan dokter dari Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, yakni pihak medis yang pertama kali menerima dan menangani kondisi Sutrimo saat tiba di fasilitas kesehatan.
“Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut,” ujar Budi.
“Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung memberikan konfirmasi resmi mengenai status kepegawaian Febrio Adiono.
Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna membenarkan bahwa Febrio tercatat sebagai aparatur di lembaganya, meski membantah yang bersangkutan berstatus sebagai jaksa.
Berita Terkait
-
Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Reka Dokumen Demi Bikin Gaduh, 9 Pelaku Jasa Konten Provokatif Diringkus Polda Metro
-
Layanan Info Lalin Terganggu, Akun X TMC Polda Metro Jaya Diretas Pihak Tak Dikenal
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!