News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Perangkat elektrolisis dalam riset BRIN untuk menguji pemanfaatan katalis berbahan limbah baterai dalam produksi hidrogen hijau. Sumber: BRIN

Suara.com - Banyak proses produksi industri membutuhkan reaksi kimia yang berlangsung cepat dan efisien. Salah satu teknologi yang membantu mempercepat proses tersebut adalah katalis, zat yang bekerja dalam jumlah relatif kecil tetapi berperan penting dalam reaksi kimia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut sekitar 90 persen sektor industri menggunakan proses katalisis dalam kegiatan produksinya.

Katalisis merupakan proses yang mempercepat reaksi kimia dengan bantuan katalis. Zat ini membantu reaksi berlangsung melalui jalur yang lebih mudah sehingga energi yang dibutuhkan dapat ditekan.

Dengan proses tersebut, industri tidak hanya dapat mempercepat produksi, tetapi juga mengurangi kebutuhan energi dan penggunaan bahan baku.

Karena itu, pengembangan katalis kini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kecepatan reaksi. Teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya membuat proses industri lebih efisien sekaligus mengurangi limbah.

Mencari reaksi dengan energi lebih rendah

BRIN mengembangkan sejumlah riset untuk membuat proses kimia berlangsung lebih presisi dan membutuhkan energi lebih rendah.

Peneliti BRIN Hanggara Sudrajat, misalnya, mengembangkan riset kimia presisi melalui desain katalis dan desain reaksi.

Salah satu pendekatan yang digunakan adalah mencari jalur reaksi dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Energi aktivasi merupakan energi minimum yang diperlukan agar suatu reaksi kimia dapat berlangsung.

Baca Juga: Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Semakin rendah energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi, semakin besar peluang proses tersebut dilakukan dengan penggunaan energi yang lebih efisien.

Namun, pengembangan teknologi katalisis tidak cukup dilakukan di laboratorium. BRIN menilai diperlukan kolaborasi antara peneliti, akademisi dan industri agar hasil riset dapat dikembangkan dan diterapkan dalam skala yang lebih luas.

“Pengembangan teknologi katalisis di Indonesia membutuhkan ekosistem riset yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari peneliti, akademisi, hingga mitra industri. Sinergi tersebut menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri nasional,” kata Taqii dalam siaran pers BRIN yang dirilis 10 Agustus.

Katalis dan kimia hijau

Pengembangan katalis juga berkaitan dengan konsep kimia hijau, yaitu pendekatan untuk merancang proses dan produk kimia dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Dalam konteks industri, proses katalitik dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan bahan baku serta meminimalkan limbah yang dihasilkan selama proses produksi.

Load More