News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:07 WIB
Tim SAR Kolombia terus berpacu menyelamatkan korban tertimbun reruntuhan gempa magnitudo 7,4. (BBC)
Baca 10 detik
  • Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan lebih dari 180 orang.

  • Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional usai ribuan rumah dan bangunan hancur.

  • Operasi SAR terus berjalan di tengah ancaman puluhan gempa susulan dan bahaya penjarahan.

Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas mengonfirmasi lima korban jiwa serta kerusakan pada 60 bangunan di wilayahnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan berantai yang belum terverifikasi di media sosial demi menghindari kepanikan publik.

"Mungkin berisi informasi palsu atau tidak terverifikasi... yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan alarm yang lebih besar di kalangan masyarakat," ujar Jorge Eduardo Rojas.

Bagaimana Dukungan Dunia Internasional Terhadap Bencana Ini?

Gelombang kepedulian dari mancanegara terus mengalir untuk membantu penanganan bencana di Kolombia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi pemerintah Kolombia dalam menangani dampak pascabencana.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa ia "mengepresikan solidaritasnya dengan rakyat dan pemerintah Kolombia" serta siap memobilisasi bantuan darurat.

Pemerintah Spanyol mengonfirmasi sedang melacak keberadaan 164 warganya yang terdata berada di Kolombia saat gempa terjadi. Kementerian Luar Negeri Spanyol memastikan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau luka dari warganya.

Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan alokasi dana bantuan darurat sebesar 15,5 juta dolar AS untuk mendukung pemulihan. Bantuan logistik dan personel SAR juga ditawarkan oleh negara tetangga seperti Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela.

Gempa bumi berdaya rusak tinggi ini terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dengan kedalaman dangkal di wilayah barat Kolombia. Posisi geografis Kolombia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik membuat wilayah ini sangat rentan terhadap aktivitas tektonik akibat pertemuan lempeng Nazca dan lempeng Amerika Selatan.

Bencana ini menjadi salah satu guncangan terbesar yang melanda kawasan perkotaan padat penduduk seperti Cali dan Pereira dalam beberapa dekade terakhir. Tingginya angka kerusakan bangunan disebabkan oleh kombinasikan besarnya magnitudo gempa serta karakteristik struktur bangunan tua di pusat kota.

Baca Juga: 12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi

Load More