-
Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan lebih dari 180 orang.
-
Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional usai ribuan rumah dan bangunan hancur.
-
Operasi SAR terus berjalan di tengah ancaman puluhan gempa susulan dan bahaya penjarahan.
Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas mengonfirmasi lima korban jiwa serta kerusakan pada 60 bangunan di wilayahnya. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan pesan berantai yang belum terverifikasi di media sosial demi menghindari kepanikan publik.
"Mungkin berisi informasi palsu atau tidak terverifikasi... yang dapat menimbulkan kekhawatiran dan alarm yang lebih besar di kalangan masyarakat," ujar Jorge Eduardo Rojas.
Bagaimana Dukungan Dunia Internasional Terhadap Bencana Ini?
Gelombang kepedulian dari mancanegara terus mengalir untuk membantu penanganan bencana di Kolombia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan komitmen penuh untuk mendampingi pemerintah Kolombia dalam menangani dampak pascabencana.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa ia "mengepresikan solidaritasnya dengan rakyat dan pemerintah Kolombia" serta siap memobilisasi bantuan darurat.
Pemerintah Spanyol mengonfirmasi sedang melacak keberadaan 164 warganya yang terdata berada di Kolombia saat gempa terjadi. Kementerian Luar Negeri Spanyol memastikan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa atau luka dari warganya.
Sementara itu, Amerika Serikat mengumumkan alokasi dana bantuan darurat sebesar 15,5 juta dolar AS untuk mendukung pemulihan. Bantuan logistik dan personel SAR juga ditawarkan oleh negara tetangga seperti Ekuador, Brasil, El Salvador, dan Venezuela.
Gempa bumi berdaya rusak tinggi ini terjadi pada Senin pukul 07.34 waktu setempat (12.34 GMT) dengan kedalaman dangkal di wilayah barat Kolombia. Posisi geografis Kolombia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik membuat wilayah ini sangat rentan terhadap aktivitas tektonik akibat pertemuan lempeng Nazca dan lempeng Amerika Selatan.
Bencana ini menjadi salah satu guncangan terbesar yang melanda kawasan perkotaan padat penduduk seperti Cali dan Pereira dalam beberapa dekade terakhir. Tingginya angka kerusakan bangunan disebabkan oleh kombinasikan besarnya magnitudo gempa serta karakteristik struktur bangunan tua di pusat kota.
Baca Juga: 12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas
-
Emisi Metana TPA AS Disebut Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan, Apa Penyebabnya?
-
DKI Kembangkan Pusat Olah Organik Ciangir untuk Perkuat Ketahanan Pangan, Seberapa Efektif?
-
Kebakaran Hebat di Pondok Kelapa, Pabrik Bingkai hingga 9 Kontrakan Ludes
-
'Kata Siapa Sudah Merdeka?' Ucapan Tukang Cukur Bogor Bikin Heboh Jelang HUT RI
-
Generasi Muda dan Kemerdekaan Ekonomi: Ketika Lapangan Kerja Jadi Tantangan
-
Laris Manis Penjualan Mitsubishi New Xforce HEV di GIIAS 2026
-
Legal Standing Belum Lengkap, Praperadilan Kedua Lodewyk Pusung Terkait Korupsi MBG Ditunda
-
Apa Syarat Iran ke Amerika Serikat Agar Selat Hormuz Dibuka untuk Tanker Minyak?
-
Viral Turis Dilecehkan di Pantai Lovina, Polres Buleleng Koordinasi dengan Polisi Taiwan