News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:07 WIB
Tim SAR Kolombia terus berpacu menyelamatkan korban tertimbun reruntuhan gempa magnitudo 7,4. (BBC)
Baca 10 detik
  • Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan lebih dari 180 orang.

  • Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional usai ribuan rumah dan bangunan hancur.

  • Operasi SAR terus berjalan di tengah ancaman puluhan gempa susulan dan bahaya penjarahan.

Suara.com - Operasi penyelamatan massal terus digenjot di seluruh wilayah barat Kolombia usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 meratakan ribuan bangunan pada Senin lalu. Sebanyak 180 korban jiwa telah terkonfirmasi dengan konsentrasi kerusakan terparah berada di Kota Cali dan Pereira.

Pendataan gabungan pejabat lokal mengindikasikan angka kematian yang berpotensi melampaui 240 jiwa. Presiden Abelardo de la Espriella langsung memberlakukan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana skala besar ini.

Dampak gempa tak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan seketika di wilayah terdampak. Lebih dari 2.600 warga dilaporkan mengalami luka-luka dan sekitar 200 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, menewaskan ratusan warga dan melumpuhkan transportasi udara nasional. (Antara)

Laporan resmi pemerintah mengonfirmasi lebih dari 1.100 rumah hancur total serta 8.000 kediaman warga mengalami kerusakan berat. Ribuan warga di Cali dan Pereira terpaksa menghabiskan malam di ruang terbuka akibat tempat tinggal mereka roboh maupun takut akan potensi gempa susulan.

Pusat komando terpadu telah didirikan di Cali untuk mengoordinasikan pencarian puluhan gedung bertingkat yang runtuh. Sebanyak 45 bangunan di kota berpenduduk 2,2 juta jiwa tersebut ambruk total maupun parsial, menimbun ratusan orang di dalamnya.

Bagaimana Kondisi Evakuasi Korban di Pusat Bencana?

"Ada 239 orang yang masih terperangkap, dengan 949 luka-luka dan 45 bangunan yang runtuh total atau sebagian," kata Wali Kota Cali Alejandro Eder, dikutip Suara.com dari BBC Internasional, Rabu (12/8/2026).

Kerusakan serius juga menimpa fasilitas medis vital, termasuk area perawatan anak di salah satu rumah sakit utama Cali. Tragedi memilukan turut terjadi di kawasan Calima saat bangunan sekolah Gimnasio Calima roboh dan menimpa para siswa.

"Anak-anak lain mengalami luka berat, dengan total 30 anak dirujuk ke pusat perawatan," ujar Wali Kota Kotamadya Antonio Cadavid.

Baca Juga: 12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi

Pemerintah setempat memberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 hingga 06.00 waktu setempat guna mencegah penjarahan di area terdampak. Badan geologi nasional mencatat lebih dari 70 kali gempa susulan terus menggoyang wilayah barat Kolombia sejak Senin pagi.

Dua gempa susulan berkecepatan magnitudo 3,6 kembali mengguncang kawasan San Jose del Palmar dan Santander pada Selasa dini hari. Situasi di Kota Pereira tak kalah kritis dengan konfirmasi 79 korban tewas dari dinas pemadam kebakaran setempat.

Bagaimana Warga Lokal Merespons Bencana Gempa Ini?

Pemerintah Kota Pereira menerapkan kebijakan hari bebas kendaraan agar akses jalan sepenuhnya dikhususkan bagi armada penolong dan relawan. Ratusan warga sipil bahu-membahu bersama petugas membongkar puing bangunan untuk mencari korban selamat.

"Tidak mungkin bisa bepergian di pusat kota. Di Alun-Alun Bolivar, setidaknya satu bangunan runtuh. Selain itu, ada struktur tempat bus dan truk terjebak, dan orang-orang takut struktur itu juga akan runtuh," kata seorang warga lingkungan Parque Industrial.

"Kami semua syok. Ini benar-benar mengerikan," tambah warga lokal tersebut saat menggambarkan situasi mencekam di sekitar bandara.

Load More