News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:46 WIB
Iran menolak membuka Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat mencabut blokade dan menghentikan perang. (Mehrnews)
Baca 10 detik
  • Iran menolak membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat menghentikan perang dan mencabut blokade.

  • Penutupan jalur maritim vital ini memicu kenaikan harga energi dan pupuk di pasar internasional.

  • Amerika Serikat dianggap melanggar kesepakatan Juni sehingga Iran memberlakukan kembali pembatasan pelayaran.

Teheran memastikan pintu komunikasi hanya akan menghasilkan pembukaan jalur maritim jika seluruh syarat utama disetujui tanpa syarat. Selama tuntutan tersebut diabaikan, blokade navigasi kapal di jalur internasional dipastikan terus berlanjut.

“Selama semua syarat belum terpenuhi, Selat itu akan tetap ditutup,” ulang Rezaei.

Konflik maritim ini memuncak setelah agresi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel meluas hingga wilayah Lebanon serta Gaza. Eskalasi pertempuran memicu penutupan Selat Hormuz yang berujung pada krisis energi di berbagai negara produsen.

Meskipun sempat ada upaya diplomasi berupa Memorandum of Understanding pada bulan Juni, ketegangan kembali meningkat akibat pelanggaran komitmen. Ketidakstabilan kawasan kini bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap tuntutan gencatan senjata dan pencabutan sanksi ekonomi Iran.

Load More