News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 10:47 WIB
Ketua DPD RI Sultan Najamudin. (Tangkap layar)
Baca 10 detik
  • Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi kinerja Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
  • Pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai sukses memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan penguasaan sumber daya alam selama hampir dua tahun berjalan.
  • Transformasi ekonomi berhasil mewujudkan swasembada pangan serta menjaga pertumbuhan perekonomian nasional tetap berada di atas lima persen.

Suara.com - Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka atas kinerja pemerintahan selama hampir dua tahun.

Sultan menilai Prabowo dan Gibran mampu bekerja secara kompak dan saling melengkapi, terutama dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Hal itu disampaikan Sultan dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Pada kesempatan ini, DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus, kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi, dalam menegakkan martabat bangsa," kata Sultan.

Menurut Sultan, apresiasi tersebut diberikan atas berbagai program pemerintah yang dinilai berorientasi pada kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dinamika geopolitik dunia.

Dalam pidatonya, Sultan juga menyoroti langkah strategis yang dilakukan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan negara atas sumber daya alam.

Ia mengatakan langkah tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sultan kemudian menggambarkan transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran seperti tindakan mencabut duri yang selama ini tertancap dalam daging.

"Duri itu adalah ketergantungan pada impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing, transfer pricing, inefisiensi, dan berbagai hambatan yang menggerus daya saing nasional," katanya.

Baca Juga: 81 Tahun Indonesia Merdeka, Masih Ada Keluarga Harus Pilih Antara Makan atau Berobat

Ia menilai transformasi ekonomi membutuhkan keberanian pemerintah untuk mengambil keputusan yang tidak selalu mudah.

Sultan juga menilai sejumlah program pemerintah merupakan bagian dari kebijakan yang saling terintegrasi, di antaranya Danantara, Kebijakan Ekspor Satu Pintu, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih.

Sultan juga mengklaim sejumlah capaian telah terlihat selama pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan kurang dari dua tahun.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya. Hilirisasi menjadi mata kunci. Keberpihakan nyata pada petani, peternak, nelayan, buruh dan UMKM menjadi motor penggerak," kata Sultan.

Ia menambahkan perekonomian nasional masih tumbuh di atas 5 persen, sementara pemerintah terus berupaya mengendalikan inflasi, meningkatkan tax ratio, serta menurunkan kemiskinan dan kesenjangan.

Load More