- Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027.
- Puan Maharani menegaskan bahwa DPR RI bersama pemerintah telah berhasil menyelesaikan sebanyak 28 Rancangan Undang-Undang sejak tahun 2024.
- DPR RI berkomitmen memperkuat pengawasan isu publik serta membuka partisipasi masyarakat bermakna dalam pembentukan undang-undang yang berkualitas.
Suara.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan DPR tidak boleh sekadar mengejar jumlah Undang-Undang (UU) yang berhasil disahkan. Kualitas regulasi dan manfaatnya bagi masyarakat harus menjadi ukuran utama kinerja legislasi parlemen.
Hal itu disampaikan Puan saat membuka Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Pembukaan masa persidangan tersebut sekaligus menandai dimulainya tahun ketiga masa bakti DPR RI periode 2024-2029. Menurut Puan, memasuki tahun ketiga, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja parlemen semakin besar.
"Masa sidang ini akan menjadi kesempatan penting bagi DPR RI untuk terus memperkuat kinerja, menyerap aspirasi rakyat, dan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat," ujarnya.
Dalam fungsi legislasi, Puan menyebut DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan 28 RUU menjadi UU sejak awal masa jabatan pada 2024.
Legislasi tersebut berasal dari sejumlah komisi, Badan Legislasi, hingga Panitia Khusus.
Pada masa persidangan kali ini, DPR akan memprioritaskan pembahasan 14 RUU yang telah memasuki tahap Pembicaraan Tingkat I.
Selain itu, terdapat 43 RUU yang masih dalam tahap penyusunan, termasuk RUU tentang Perampasan Aset yang kini memasuki proses penjaringan aspirasi publik.
Namun, Puan mengingatkan produktivitas legislasi tidak boleh hanya diukur dari jumlah UU yang dihasilkan.
Baca Juga: Dua Penekanan Muzani di Sidang MPR: MBG untuk Manusia Berkualitas, Kopdes untuk Ekonomi Adil
Menurutnya, sebuah UU harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Titik temu yang menegaskan Kehadiran Negara, keberpihakan kepada rakyat, dan kemanfaatan dari Undang-Undang tersebut,” katanya.
Puan juga menegaskan DPR berkomitmen membuka ruang partisipasi masyarakat secara bermakna atau meaningful participation dalam proses pembentukan UU.
Langkah tersebut dinilai penting agar regulasi yang dihasilkan memiliki legitimasi sosial, politik, dan ekonomi yang kuat sekaligus mencegah tumpang tindih aturan maupun kewenangan aparatur negara.
“Serta tidak terdapat tumpang tindih antar Undang-Undang dan/atau kewenangan aparatur negara," lanjutnya.
Kawal Isu Transportasi Online hingga Pekerja Migran
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
BRI Insurance Gencarkan Literasi PKBM Melalui Program Pelatihan Tata Kelola Keuangan
-
Bukan Sekadar Desa Wisata, Ini Rahasia Osing Kemiren Merawat Lingkungan Tetap Lestari
-
APBN 2027 Diprediksi Mendekati Rp 4.000 Triliun, Tapi Tak Bermakna Jika Rakyat Belum Merasakannya
-
Bukan Sekadar Kejar Target, Puan: Kualitas Undang-Undang Harus Dirasakan Nyata oleh Rakyat
-
Lebih dari Satu Dekade Menjaga Hutan, Masyarakat Adat Long Isun Menanti Kepastian Hak
-
JAKI Kini Kebal Tipu Muslihat AI, Foto Palsu Manipulasi Laporan Otomatis Tertolak
-
RAPBN 2027: Prabowo Patok Rupiah Rp17.500 dan Inflasi 2,5%
-
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Mendagri Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Teknokratik Kepala Daerah
-
Usai Pidato Presiden, Gubernur Ahmd Luthfi Tegaskan Satu Tujuan: Sejahterakan Rakyat
-
Pidato Presiden Prabowo Bawa Rupiah Menguat