News / Nasional
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 16:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani (tengah) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Sari Yuliati (kiri) membuka Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Rapat tersebut beragendakan pidato Ketua DPR RI pada Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026Ð2027 serta pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bay/wsj
Baca 10 detik
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato pengantar RUU APBN 2027.
  • Puan menegaskan pembangunan nasional harus fokus pada pemerataan keadilan sosial serta tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata.
  • DPR bersama pemerintah menyelesaikan 28 RUU dan memprioritaskan pembahasan 14 RUU pada masa persidangan tahun 2026–2027.

Sejak awal masa jabatan DPR periode 2024-2029, DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan 28 RUU menjadi UU.

Pada masa persidangan kali ini, DPR akan memprioritaskan pembahasan 14 RUU pada tahap Pembicaraan Tingkat I.

Selain itu, terdapat 43 RUU yang masih dalam tahap penyusunan, termasuk RUU tentang Perampasan Aset yang tengah memasuki proses penjaringan aspirasi publik.

Puan menilai setiap regulasi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran negara.

DPR juga berkomitmen membuka partisipasi masyarakat secara bermakna dalam proses pembentukan UU.

Selain fungsi legislasi, DPR akan memperkuat pengawasan terhadap sejumlah isu, mulai dari kasus hukum, kesempatan kerja, perlindungan pekerja migran dan pengemudi transportasi online, hingga kebakaran hutan dan lahan.

DPR juga akan menyoroti dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air dan sektor pertanian, tata kelola anggaran, pendidikan nasional, iklim investasi, PHK, serta akses pelayanan BPJS Kesehatan.

Load More