- Polisi Malaysia mengungkap jaringan sindikat narkoba internasional setelah menginterogasi seorang pilot di Jakarta pada Agustus 2026.
- Otoritas Indonesia menyita 25 kilogram narkotika senilai Rp160 miliar dari pilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 28 Juli 2026.
- Pihak kepolisian masih menyelidiki cara tersangka meloloskan barang haram tersebut dari sistem keamanan Bandara KLIA.
Awalnya, tim penyidik Malaysia dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap pilot tersebut pada 12 dan 13 Agustus.
Namun, melihat perkembangan positif dari hasil interogasi dua hari pertama, pihak Kepolisian Indonesia mengizinkan masa pemeriksaan diperpanjang satu hari hingga Jumat (14/8/2026).
"Pertemuan ini membuahkan hasil yang signifikan bagi NCID di beberapa area," kata Hussein.
"Salah satunya adalah membantu kami melacak anggota sindikat narkoba yang terlibat di Malaysia," tambahnya.
Kronologi Penangkapan di Soekarno-Hatta
Kasus ini bermula ketika pilot tersebut ditangkap oleh otoritas Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli 2026. Ia baru saja mendarat dari Kuala Lumpur saat petugas mencurigai barang bawaannya.
Dalam penangkapan tersebut, pihak berwenang Indonesia menyita 15 paket berisi sekitar 70.000 kapsul yang diduga kuat mengandung ekstasi dan sabu (methamphetamine).
Total berat barang bukti tersebut mencapai sekitar 25 kilogram. Jika dikonversi ke mata uang Malaysia, nilainya mencapai RM 45 juta, atau setara dengan Rp 160 miliar. Sebuah angka yang fantastis untuk sekali pengiriman.
Hussein menambahkan bahwa informasi dan data intelijen yang diperoleh dari sang pilot akan diteruskan ke lembaga penegak hukum narkotika di negara-negara yang terhubung dengan jaringan internasional tersebut.
Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
Langkah koordinasi antarnegara ini diharapkan memungkinkan otoritas luar negeri untuk segera mengambil tindakan terhadap anggota dan operasi sindikat narkoba di luar wilayah Malaysia.
"Terobosan terbaru ini dapat memberikan petunjuk baru bagi penyidik dalam menentukan keseluruhan jaringan di balik narkoba yang diduga dibawa oleh pilot tersebut dan bagaimana barang haram itu bisa keluar dari Malaysia," terang Hussein.
Penyelidikan Internal di Bandara KLIA
Selain fokus pada sindikat, kepolisian juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya "orang dalam" yang membantu sang pilot. Saat ini, penyidik telah memeriksa dan merekam keterangan dari sejumlah personel keamanan di Bandara KLIA sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Pihak kepolisian juga tengah melacak sebuah nomor telepon yang diduga digunakan oleh sindikat untuk berkomunikasi dengan pilot tersebut.
Nomor tersebut disinyalir terdaftar menggunakan identitas palsu, sebuah taktik umum yang digunakan jaringan kriminal untuk memutus jejak digital.
Meski kecurigaan terhadap celah keamanan di bandara sangat kuat, kepolisian menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan atau mengesampingkan keterlibatan petugas bandara dalam kasus penyelundupan narkoba ini.
Investigasi masih terus berjalan untuk memastikan apakah ada kelalaian prosedur atau kesengajaan dalam meloloskan barang haram tersebut.
Berita Terkait
-
Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat
-
Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
-
Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI