News / Internasional
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Otoritas Malaysia menginvestigasi menyeluruh dugaan keterlibatan oknum bandara terkait kasus kopilot pembawa 26 kilogram ekstasi. (Antara)
Baca 10 detik
  • Polisi Malaysia mengungkap jaringan sindikat narkoba internasional setelah menginterogasi seorang pilot di Jakarta pada Agustus 2026.
  • Otoritas Indonesia menyita 25 kilogram narkotika senilai Rp160 miliar dari pilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 28 Juli 2026.
  • Pihak kepolisian masih menyelidiki cara tersangka meloloskan barang haram tersebut dari sistem keamanan Bandara KLIA.

Awalnya, tim penyidik Malaysia dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap pilot tersebut pada 12 dan 13 Agustus.

Pilot Malaysia Mohd Saufi bin Othman (IG)

Namun, melihat perkembangan positif dari hasil interogasi dua hari pertama, pihak Kepolisian Indonesia mengizinkan masa pemeriksaan diperpanjang satu hari hingga Jumat (14/8/2026).

"Pertemuan ini membuahkan hasil yang signifikan bagi NCID di beberapa area," kata Hussein.

"Salah satunya adalah membantu kami melacak anggota sindikat narkoba yang terlibat di Malaysia," tambahnya.

Kronologi Penangkapan di Soekarno-Hatta

Kasus ini bermula ketika pilot tersebut ditangkap oleh otoritas Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli 2026. Ia baru saja mendarat dari Kuala Lumpur saat petugas mencurigai barang bawaannya.

Dalam penangkapan tersebut, pihak berwenang Indonesia menyita 15 paket berisi sekitar 70.000 kapsul yang diduga kuat mengandung ekstasi dan sabu (methamphetamine).

Total berat barang bukti tersebut mencapai sekitar 25 kilogram. Jika dikonversi ke mata uang Malaysia, nilainya mencapai RM 45 juta, atau setara dengan Rp 160 miliar. Sebuah angka yang fantastis untuk sekali pengiriman.

Hussein menambahkan bahwa informasi dan data intelijen yang diperoleh dari sang pilot akan diteruskan ke lembaga penegak hukum narkotika di negara-negara yang terhubung dengan jaringan internasional tersebut.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

Langkah koordinasi antarnegara ini diharapkan memungkinkan otoritas luar negeri untuk segera mengambil tindakan terhadap anggota dan operasi sindikat narkoba di luar wilayah Malaysia.

"Terobosan terbaru ini dapat memberikan petunjuk baru bagi penyidik dalam menentukan keseluruhan jaringan di balik narkoba yang diduga dibawa oleh pilot tersebut dan bagaimana barang haram itu bisa keluar dari Malaysia," terang Hussein.

Penyelidikan Internal di Bandara KLIA

Selain fokus pada sindikat, kepolisian juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya "orang dalam" yang membantu sang pilot. Saat ini, penyidik telah memeriksa dan merekam keterangan dari sejumlah personel keamanan di Bandara KLIA sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Pihak kepolisian juga tengah melacak sebuah nomor telepon yang diduga digunakan oleh sindikat untuk berkomunikasi dengan pilot tersebut.

Nomor tersebut disinyalir terdaftar menggunakan identitas palsu, sebuah taktik umum yang digunakan jaringan kriminal untuk memutus jejak digital.

Meski kecurigaan terhadap celah keamanan di bandara sangat kuat, kepolisian menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan atau mengesampingkan keterlibatan petugas bandara dalam kasus penyelundupan narkoba ini.

Investigasi masih terus berjalan untuk memastikan apakah ada kelalaian prosedur atau kesengajaan dalam meloloskan barang haram tersebut.

Load More