News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB
Ratusan pesepeda ontel menyusuri jalanan Kota Yogyakarta dalam kegiatan Tamansiswa Onthel Mardika, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
Baca 10 detik
  • Ratusan pesepeda menyusuri Kota Yogyakarta pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam kegiatan Tamansiswa Onthel Mardika.
  • Acara tersebut merupakan napak tilas pawai kemerdekaan pertama tahun 1945 yang dilakukan Ki Hadjar Dewantara.
  • Kegiatan yang diikuti berbagai komunitas ini bertujuan menghidupkan kembali gagasan pendidikan jiwa merdeka.

"Ada yang paling jauh adalah komunitas sepeda kayu dari Klaten tadi. Dia membawa truk, sekitar 20-30 peserta naik truk, mungkin 2 truk tadi parkir di belakang sana," ujarnya.

Keterlibatan masyarakat juga datang dari berbagai lingkungan yang memiliki hubungan dengan Tamansiswa, mulai dari komunitas alumni, komunitas kebudayaan, pamong atau guru, murid Ibu Pawiyatan, hingga warga sekitar. Bagi panitia, keberagaman peserta menunjukkan bahwa pesan tentang kemerdekaan masih memiliki ruang untuk dirawat lintas generasi.

Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Listyo mengakui tidak mudah memaknai kemerdekaan di tengah situasi bangsa yang penuh persoalan. Namun, ia menilai masyarakat tetap perlu memiliki sikap menerima keadaan sekaligus mempertahankan semangat untuk memperbaikinya.

Sikap menerima tersebut, kata dia, bukan berarti menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, masyarakat tetap harus berjuang dan mempertahankan Indonesia sebagai rumah bersama, meski tidak selalu sepakat dengan kondisi yang ada.

Load More