News / Nasional
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:16 WIB
Foto sebagai ILUSTRASI aksi demo mahasiswa menuju Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
  • BEM UI berencana menggelar unjuk rasa di Bundaran HI pada Selasa, 18 Agustus 2026.
  • Ketua BEM UI Athof menyatakan aksi tersebut mempertanyakan substansi kemerdekaan serta kedaulatan negara saat ini.
  • Mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan penting, termasuk menghentikan KKN serta menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) berencana menggelar aksi aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, pada Selasa (18/8/2026) besok.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan atau Athof mengatakan, aksi turun ke jalan besok bukanlah untuk melakukan perayaan kemerdekaan.

Namun mempertanyakan, tentang kemerdekaan yang seperti apa yang sedang dirayakan saat ini.

“Kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya, kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Athof, dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).

Saat ini, ia merasa kedaulatan negara digadaikan lewat perjanjian dagang yang tunduk pada kepentingan asing, sementara di dalam negeri sendiri suara rakyat dibungkam dan pemuda-pemudi ditangkap sewenang-wenang.

Ia juga mempertanyakan soal keadilan, ketika hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Baginya, saat ini kemakmuran hanya menjadi ilusi ketika lapangan kerja langka, pendidikan dan kesehatan gratis yang dijanjikan konstitusi tak kunjung hadir, sementara kekayaan negeri ini menumpuk di segelintir tangan.

“Ini bukan sekadar krisis ekonomi. Ini krisis kedaulatan,” tegasnya.

Athof mengatakan, jika pemerintahan Prabowo-Gibran telah menunjukkan wajah kekuasaan yang gemar berpidato tentang kedaulatan, tapi lupa menegakkannya.

Baca Juga: HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?

“Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi. Aparat lebih sibuk mengamankan kekuasaan ketimbang mengamankan hak rakyat untuk didengar,” ujarnya lagi.

Ia juga meminta maaf kepada warga Jakarta, jika dalam aksi besok lalu lintas menjadi macet akibat kerumunan massa.

Namun, baginya kemacetan yang hanya terjadi dalam hitungan jam, tidak sebanding dengan kemacetan struktural, lapangan kerja, dan keadilan yang dipaksakan.

Dalam aksi besok, sedikitnya ada delapan tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, di antaranya:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri;
  2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
  3. Wujudkan reforma agraria sejati;
  4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
  5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP;
  6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah;
  7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana;
  8. Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Load More