News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:39 WIB
Ratusan mahasiswa yang didominasi oleh almamater jaket kuning Universitas Indonesia (UI) kembali turun ke jalan. [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Baca 10 detik
  • Front Mahasiswa Nasional UI dan aliansi kampus berencana menggelar demonstrasi besar di Bundaran HI pada 18 Agustus 2026.
  • Mahasiswa menolak program pemerintah seperti MBG dan KDMP serta menuntut pendidikan gratis hingga jenjang kuliah bagi masyarakat.
  • Aksi tersebut juga mendesak penurunan harga bahan pokok dan BBM, penghentian militerisme, serta kritik terhadap pidato Presiden Prabowo.

Suara.com - Semangat kemerdekaan ke-81 RI nampaknya akan berlanjut dengan aksi di jalanan. Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama aliansi gerakan mahasiswa demokratis lintas kampus dijadwalkan bakal menggelar demonstrasi besar-besaran pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Aksi yang mengusung tajuk filosofis ‘Merebut Kemerdekaan’ ini tidak hanya digawangi oleh FMN UI, tetapi juga melibatkan massa dari BEM UI, PNJ, IPB, serta berbagai elemen mahasiswa lainnya.

Mereka membawa rapor merah terkait kondisi ekonomi dan merosotnya demokrasi di tanah air.

"FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali esok, 18 Agustus 2026," ujar Ketua FMN UI, Axel Wirasakti dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8/2026).

Dari Depok Menuju Jantung Ibu Kota

Titik kumpul massa direncanakan bermula dari Kampus UI Depok. Dari sana, gelombang mahasiswa akan bergerak menuju pusat gravitasi Jakarta, yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebagai mimbar penyampaian aspirasi.

"Aksi kami akan berangkat dari kampus UI Depok, menuju titik Aksi di Bundaran HI," tegas Axel.

Bukan sekadar aksi seremonial, gerakan ini merupakan eskalasi dari aksi yang sempat digelar pada Juni 2026 lalu. Ada beberapa poin krusial yang disoroti, mulai dari penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai belum menyentuh akar persoalan rakyat.

"Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan. Kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, mahasiswa butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah," kata Axel lugas.

Baca Juga: Bukan untuk Merayakan, Hari Ini BEM UI Demo di Bundaran HI Bawa 8 Tuntutan

Jeritan Ekonomi dan Isu Militerisme

Selain urusan kampus, mahasiswa juga menyoroti "dompet" rakyat yang semakin kempis akibat lonjakan harga bahan pokok dan BBM.

Isu ekonomi ini dipadukan dengan keresahan atas ruang demokrasi yang dianggap semakin menyempit akibat tindakan represif aparat.

"Kami juga mendesak untuk segera turunkan harga bahan pokok dan BBM yang menjadi masalah harian rakyat Indonesia," tambahnya.

Tak berhenti di situ, Axel juga menyuarakan penolakan terhadap menguatnya pengaruh militer di sektor publik.

"Ditambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP," imbuhnya.

Sentil Pidato Presiden Prabowo

Terakhir, FMN UI memberikan catatan kritis terhadap gaya komunikasi kepemimpinan nasional. Mahasiswa menilai ada jurang pemisah yang lebar antara narasi keberhasilan pemerintah dengan realitas pahit di lapangan.

"Selain itu, FMN juga mendesak presiden Prabowo Subianto untuk menarik semua ucapannya dalam pidatonya yang selalu membelakangi dan mengingkari kenyataan kehidupan rakyat Indonesia," tutup Axel.

Load More