- Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen menyatakan kemerdekaan sejati mencakup kebebasan berpendapat serta akses adil terhadap kekayaan alam Indonesia.
- Pada Agustus 2025 Delpedro bersama tiga terdakwa lainnya ditangkap aparat kepolisian akibat demonstrasi berujung ricuh.
- Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan untuk membebaskan Delpedro beserta tiga orang terdakwa lainnya dari proses hukum.
Suara.com - Indonesia genap berusia 81 tahun pada 17 Agustus 2026. Namun, bagi sebagian warga, kemerdekaan belum sepenuhnya berarti bebas menyampaikan pendapat, berekspresi, maupun menikmati hasil kekayaan negara.
Catatan itu kembali mengemuka setelah gelombang demonstrasi pada Agustus 2025 berujung pada penangkapan sejumlah aktivis dan peserta aksi. Mereka dituding melakukan penghasutan hingga menyerang aparat.
Salah satu aktivis yang ditangkap adalah Direktur Eksekutif Lokataru, Delpedro Marhaen.
Ia bersama tiga orang lainnya kemudian menjalani proses hukum atas dugaan penghasutan dalam rangkaian aksi tersebut.
Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akhirnya membebaskan Delpedro dan tiga terdakwa lainnya.
Setahun setelah penangkapan itu, Delpedro memaknai kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan.
Menurutnya, kemerdekaan juga harus terasa dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari akses terhadap kekayaan alam hingga kebebasan menyampaikan pendapat.
Sebagai mantan tahanan politik atau tapol dalam perkara tersebut, Delpedro menilai setidaknya ada tiga hal yang menjadi ukuran kemerdekaan.
Pertama, masyarakat harus dapat menikmati kekayaan alam Indonesia sekaligus merasakan distribusi ekonomi yang adil.
Baca Juga: Daftar Demo Jakarta Hari Ini dan Titik Kumpul Massa
“Kedua, kemerdekaan selanjutnya adalah merdeka untuk dapat berbicara di muka umum, berpendapat, berekspresi tanpa harus khawatir akan suatu ancaman,” kata Delpedro kepada Suara.com.
Kemerdekaan, kata dia, juga mencakup kebebasan menyalurkan ekspresi politik melalui berbagai cara, termasuk puisi, musik hingga mural.
“Bagi saya arti kemerdekaan bicara soal ekonomi dan redistribusi kekayaan alam dan ekonominya, kedua berbicara soal pembebasan berkumpul dan berpendapat, ketiga berbicara soal bebas untuk mengekspresikan ekspresi politiknya,” jelas Delpedro.
Kemerdekaan Belum Sepenuhnya Dinikmati
Delpedro tidak menampik bahwa kemerdekaan sudah dirasakan masyarakat dalam sejumlah aspek. Namun, jika dimaknai secara lebih luas, masih terdapat persoalan yang membuat kemerdekaan belum sepenuhnya dinikmati.
Ia mencontohkan masih adanya kekhawatiran masyarakat ketika menyampaikan pendapat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027