News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:43 WIB
Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc]
Baca 10 detik
  • Kepala BNPB dan Menko PMK meninjau pengungsian gempa Manggarai untuk mencatat kebutuhan warga.
  • Pemerintah mendistribusikan tenda keluarga serta logistik darurat dari Labuan Bajo guna tempat tinggal sementara.
  • Pemerintah daerah diminta membentuk satgas, sementara dapur umum dan layanan kesehatan terus diperkuat.

Suara.com - Penanganan warga terdampak gempa bumi M7,7 Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi persoalan kebutuhan dasar. Pengungsi tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi, sementara kebutuhan tempat tinggal sementara, pangan, hingga layanan kesehatan masih perlu diperkuat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Manggarai.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya berdialog dengan warga untuk mengetahui kebutuhan yang masih belum terpenuhi. Sejumlah kebutuhan kemudian dicatat untuk segera ditindaklanjuti melalui koordinasi BNPB bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Salah satu persoalan yang segera dikejar adalah ketersediaan tempat tinggal sementara yang lebih layak bagi pengungsi.

Suharyanto memastikan tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang, logistik, dan kebutuhan lainnya segera dilengkapi.

"Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini," kata Suharyanto.

Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc]

Sebagian bantuan tersebut telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, bantuan logistik dan peralatan yang dikirim dari Jakarta juga telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Bantuan selanjutnya didistribusikan menuju lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Persoalan lain yang dihadapi dalam penanganan pascagempa ialah lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah titik.

Baca Juga: Rans Entertainment X Utusan Khusus Presiden Galang Bantuan Gempa NTT Dapat Banjir Hujatan

Karena itu, Menko PMK Pratikno meminta pemerintah daerah segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah. Satgas tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi penanganan warga terdampak, terutama karena pengungsian tidak hanya terpusat di Lapangan Pendidikan Barangkolong.

Pemenuhan kebutuhan pangan juga menjadi perhatian pemerintah. BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Selama berada di pengungsian, warga terdampak akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kebutuhan asupan gizi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian," kata Suharyanto.

Selain pangan, pemerintah juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan bagi warga terdampak.

BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah. Obat-obatan dan peralatan medis juga akan diperkuat agar pelayanan kesehatan dapat diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan pengungsi.

"Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis," pungkasnya.

Load More