News / Internasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17 WIB
ilustrasi penembakan (unsplash)
Baca 10 detik
  • Dua siswa tewas dalam penembakan di sekolah swasta Zamboanga Filipina termasuk pelaku.
  • Pelaku membawa pistol serta senapan ke kelas lalu bunuh diri usai menembak korban.
  • Insiden berdarah ini menjadi penembakan sekolah kedua di Filipina dalam dua bulan terakhir.

Suara.com - Dua orang murid tewas dalam penembakan di sekolah Katolik Filipina, Selasa (18/8/2026). Pelaku aksi penembakan yang merupakan siswa kelas sembilan nekat mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian setelah menembak mati seniornya.

Peristiwa berdarah ini menambah deretan keprihatinan baru atas potensi celah pengamanan di lingkungan sekolah SMP Katolik elit. Penggunaan dua jenis senjata api sekaligus oleh remaja sekolah menandai eskalasi ancaman keamanan yang kian mengkhawatirkan di kawasan tersebut.

Kondisi di area kampus kini sudah sepenuhnya terkendali tanpa ada laporan korban luka maupun korban jiwa tambahan. Pihak otoritas keamanan setempat bergerak cepat mengamankan area sekitar guna mencegah kepanikan meluas.

Ilustrasi penembakan dengan senjata api (pixabay)

Berdasarkan laporan awal kepolisian, pelaku membawa masuk satu pucuk pistol dan satu pucuk senapan ke area sekolah attached Ateneo de Zamboanga University di Kota Zamboanga. Pelaku kemudian melepaskan tembakan ke arah para siswa yang sedang berada di dalam ruang kelas.

Korban tewas dalam insiden ini merupakan seorang siswa laki-laki yang duduk di tingkat kelas tepat di atas pelaku. Pelaku mengakhiri aksi penembakannya dengan menembak dirinya sendiri hingga tewas di tempat.

Presiden universitas, Ernald Andal, mengonfirmasi bahwa sudah tidak ada lagi ancaman penembakan aktif di lokasi.

"Kami tidak ingin hal seperti ini terjadi. Kami ingin memprioritaskan keselamatan seluruh siswa kami," ujar Andal.

Mengapa Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina?

Penembakan di Zamboanga ini menjadi kasus kedua yang melanda lingkungan sekolah di Filipina dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya pada bulan Juni, serangan serupa terjadi di sebuah sekolah menengah atas negeri di Kota Tacloban.

Baca Juga: Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

Dalam insiden di Tacloban tersebut, dua orang siswa melepaskan tembakan liar di dalam area kampus. Serangan berdarah itu merenggut sedikitnya tiga nyawa murid dan melukai sekitar 20 siswa lainnya.

Tayangan saluran berita ANC memperlihatkan kerumunan siswa dan orang tua yang panik di luar gerbang sekolah. Sejumlah polisi berlaras panjang dan personel tentara tampak bersiaga ketat di sekitar area.

Tim olah tempat kejadian perkara (TKP) dari kepolisian juga telah tiba untuk mengumpulkan bukti-bukti penembakan. Gedung lima lantai di atas lahan seluas 8 hektare tersebut menampung siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.

Kasus penembakan di area sekolah sebenarnya sangat jarang terjadi di Filipina. Negara ini menerapkan aturan kepemilikan senjata api yang cukup ketat, termasuk pemeriksaan latar belakang dan evaluasi psikologis, meski keberadaan senjata api ilegal masih beredar luas.

Insiden tragis di Kota Zamboanga ini juga hanya berselang kurang dari 10 hari dari aksi penembakan brutal di Thailand. Dalam peristiwa di Thailand tersebut, seorang siswa melakukan penembakan secara kalap di sebuah sekolah di pinggiran kota Bangkok.

Load More