- Putri dan warga Cirebon berjualan atribut kemerdekaan di Asemka Jakarta sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus.
- Sisa bendera tak terjual dibawa pulang oleh Putri untuk disimpan atau dibagikan gratis di kampung halamannya.
- Warga Pondok Labu menyimpan dekorasi kain di pos RT agar dapat digunakan kembali hingga rusak.
Thomas, warga RT 04 RW 08 Pondok Labu, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa dekorasi berbahan kain seperti bendera dan umbul-umbul justru menjadi inventaris yang dirawat dan disimpan.
"Iya, ini kan inventaris punya RT. Disimpan lagi di pos, ada tempat buat nyimpan bendera-bendera ini," jelasnya.
Bendera-bendera tersebut tidak serta-merta diganti setiap tahun, melainkan terus dipakai hingga benar-benar rusak.
"Nggak, dipakai sampai serusaknya benderanya aja," tegas Thomas, sambil menjelaskan bahwa hiasan lampu saja yang dipakai sesuka hati tanpa aturan khusus penyimpanan.
Praktik menyimpan dan mendaur pakai atribut kemerdekaan seperti yang dilakukan warga Pondok Labu ini sesungguhnya menjadi secercah harapan di tengah kekhawatiran soal sampah visual pascaperayaan.
Sayangnya, tidak semua elemen dekorasi bernasib sama beruntung. Sebab barang-barang berbahan plastik sekali pakai seperti balon dan sebagian stiker cenderung sulit didaur ulang maupun disimpan kembali.
Kondisi pasar tahun ini pun turut memengaruhi volume atribut yang beredar, seiring pengakuan Putri bahwa penjualan mengalami penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Tahun ini kurang sih," ungkap Putri singkat, sebelum menambahkan bahwa penurunan penjualan tahun ini mencapai sekitar 40 persen dibanding musim sebelumnya.
Penurunan permintaan ini, di satu sisi, bisa dibaca sebagai berkurangnya potensi sampah dekorasi yang akan dihasilkan pascaperayaan.
Baca Juga: 78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan
Namun di sisi lain, hal tersebut juga mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi para pedagang musiman rantauan seperti Putri, yang menggantungkan penghasilan tahunan mereka dari sekitar satu setengah bulan masa jual di Ibu Kota.
Kisah dari Asemka dan Pondok Labu ini pada akhirnya menyisakan renungan bagi masyarakat luas, bahwa kemeriahan tujuh belasan tak melulu harus berakhir sebagai tumpukan sampah plastik dan kain di tepi jalan.
Menyimpan bendera untuk dipakai kembali, sebagaimana dicontohkan warga RT 04 RW 08 Pondok Labu, maupun kebiasaan pedagang yang membawa pulang dan membagikan sisa stok, menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan sejatinya bisa dirayakan tanpa harus menyisakan beban baru bagi lingkungan.
Berita Terkait
-
78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan
-
Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional
-
Harga Pasukan Berkuda Prabowo Disorot: Benarkah 300 Kuda Warmblood Mencapai Rp300 Miliar?
-
Lomba 17-an Pakai Mie? Ini Ide Seru Agustusan Sehat untuk Anak-anak
-
Polisi Tangkap 21 Orang Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
-
Rumah Susanah yang Diklaim Prabowo Pengupas Bawang Mendadak Dipasang Garis Polisi
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
Terkini
-
BRI Tebar Cashback QRIS BRImo dan Kartu Edisi Khusus Barca di Festival Kuliner Serpong
-
Gempar! 2 Oknum Hakim PN Lumajang Terseret Isu Sabu, Ketua Pengadilan: Belum Ada Laporan
-
Tak Ada Pembatalan, Penerbangan ke NTT Masih Normal
-
Film Biopik The Beatles Rilis 2028, Resmi Syuting Perdana di Abbey Road
-
Jasad Membusuk Jadi Tantangan Tim Forensik Ungkap Kematian Sutrimo
-
Gowa Motor Group Lirik VinFast Perkuat Jaringan Mobil Listrik di Indonesia, Targetkan 150 Showroom
-
Setelah Merah Putih Diturunkan: Melacak Jejak Sampah Visual dan Nasib Jutaan Bendera Bekas
-
Dari Driver Ojol hingga Petani: Saat Makeup di JFC 2026 Bicara Soal Perjuangan Nyata Wanita
-
Bye Kulit Kering! 4 Moisturizer Cream Rp50 Ribuan untuk Skin Barrier Sehat
-
Mobil Terlaris Suzuki 2026 Januari hingga Juli: Carry Jadi Tulang Punggung