“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain,” tutur Niel.
Ia mengingatkan mahasiswa agar menempatkan AI sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan sebagai pengarah utama dalam mengambil keputusan.
“AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” katanya.
Menemukan Panggilan dan Menjalani Life That Matters
Refleksi mengenai tujuan hidup kemudian diperdalam melalui sesi “Called & Life That Matters” yang disampaikan Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.
Dr. Andry mengajak mahasiswa mengenali dan mengembangkan talenta serta panggilan Tuhan melalui proses belajar, tantangan, komunitas, dan berbagai kesempatan memimpin.
Ia memperkenalkan lima prinsip yang dapat menjadi panduan mahasiswa selama menjalani perjalanan di UPH. Panggilan hidup, menurutnya, lebih besar dari sekadar karier, sementara tantangan perlu dilihat sebagai bagian dari proses pertumbuhan.
Mahasiswa juga didorong untuk memimpin dengan melayani, menggunakan talenta untuk membawa dampak bagi sesama, serta memanfaatkan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia dan memuliakan Tuhan.
Pesan itu diperkuat melalui pengalaman lima mahasiswa senior UPH yang membagikan kisah mengenai pilihan, kegagalan, komunitas, organisasi, hingga pencapaian yang mereka alami selama menjalani proses perkuliahan.
“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom Community,” kata Dr. Andry.
Baca Juga: UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan prestasi sebagai ukuran nilai diri.
“Di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” ujarnya.
Ditutup dengan Imago Dei Celebration
Rangkaian UPH Festival 2026 kemudian ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Perayaan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan sekaligus merefleksikan perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga hari.
Penampilan vokal dan musik dari UPH Choir serta Fakultas Musik (FM) turut menghidupkan suasana penutupan. Rangkaian perayaan juga diisi dengan ayat Alkitab dan pertunjukan fireworks.
Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan kesiapan untuk menjalani perjalanan pendidikan di UPH.
“Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi. Selamat datang, warga UPH yang baru. Dengan penuh sukacita, kami mendoakan agar kalian senantiasa diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan kalian,” kata Jonathan.
Berakhirnya UPH Festival 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi mahasiswa. Setelah tiga hari diajak mengenal identitas, memahami dunia, dan merefleksikan panggilan, mahasiswa baru akan melanjutkan proses itu melalui perkuliahan, organisasi, komunitas, kompetisi, kepemimpinan, hingga kehidupan setelah lulus.
Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang unggul, takut akan Tuhan, serta mampu membawa dampak bagi sesama dan Indonesia.***
Berita Terkait
-
UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan
-
UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak
-
UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri
-
Target Terapkan Sistem Home-Away, Campus League Teken MoU dengan UPH
-
Kutukan Tuan Rumah Terpatahkan! UPH dan BINUS Berbagi Gelar di Final Campus League 2026 Jakarta
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat
-
Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026
-
Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri
-
Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat
-
Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa
-
Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet
-
Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves
-
Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo
-
WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut
-
WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya