News / Nasional
Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Mahasiswa baru UPH mengikuti rangkaian Imago Dei Celebration Concert and Fireworks sebagai penutup UPH Festival 2026. (Dok. UPH)

“AI dapat menghitung, memprediksi, dan memproses data dengan sangat cepat. Namun, AI tidak dapat mengasihi, tidak dapat membedakan kebaikan dan kejahatan secara moral, serta tidak dapat berkorban bagi orang lain,” tutur Niel.

Ia mengingatkan mahasiswa agar menempatkan AI sebagai alat yang membantu kehidupan, bukan sebagai pengarah utama dalam mengambil keputusan.

“AI adalah pelayan yang sangat baik, tetapi jangan pernah menjadikannya sebagai tuan atas hidup Anda,” katanya.

Menemukan Panggilan dan Menjalani Life That Matters
Refleksi mengenai tujuan hidup kemudian diperdalam melalui sesi “Called & Life That Matters” yang disampaikan Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM.

Dr. Andry mengajak mahasiswa mengenali dan mengembangkan talenta serta panggilan Tuhan melalui proses belajar, tantangan, komunitas, dan berbagai kesempatan memimpin.

Ia memperkenalkan lima prinsip yang dapat menjadi panduan mahasiswa selama menjalani perjalanan di UPH. Panggilan hidup, menurutnya, lebih besar dari sekadar karier, sementara tantangan perlu dilihat sebagai bagian dari proses pertumbuhan.

Mahasiswa juga didorong untuk memimpin dengan melayani, menggunakan talenta untuk membawa dampak bagi sesama, serta memanfaatkan ilmu dan pengaruh secara bertanggung jawab untuk berkontribusi bagi Indonesia dan memuliakan Tuhan.

Pesan itu diperkuat melalui pengalaman lima mahasiswa senior UPH yang membagikan kisah mengenai pilihan, kegagalan, komunitas, organisasi, hingga pencapaian yang mereka alami selama menjalani proses perkuliahan.

“Jangan pernah takut bermimpi besar di kampus ini. Bergabunglah dalam organisasi, tekuni riset, ciptakan karya seni dan teknologi, ikut kompetisi, dan bangun persahabatan sejati. Jadilah Shalom Community,” kata Dr. Andry.

Baca Juga: UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan prestasi sebagai ukuran nilai diri.

“Di atas segalanya, ingatlah bahwa kalian berharga bukan karena apa yang kalian capai, melainkan karena siapa yang menciptakan dan menebus kalian,” ujarnya.

Ditutup dengan Imago Dei Celebration
Rangkaian UPH Festival 2026 kemudian ditutup melalui Imago Dei Celebration Concert and Fireworks. Perayaan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk menikmati kebersamaan sekaligus merefleksikan perjalanan yang telah mereka lalui selama tiga hari.

Penampilan vokal dan musik dari UPH Choir serta Fakultas Musik (FM) turut menghidupkan suasana penutupan. Rangkaian perayaan juga diisi dengan ayat Alkitab dan pertunjukan fireworks.

Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. dalam sambutannya mengajak mahasiswa baru memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dengan kesiapan untuk menjalani perjalanan pendidikan di UPH.

“Saya berdoa dan berharap UPH Festival ini menjadi berkat, sehingga kalian siap memasuki Tahun Akademik 2026/2027 dan sukses dalam studi. Selamat datang, warga UPH yang baru. Dengan penuh sukacita, kami mendoakan agar kalian senantiasa diberkati Tuhan dan berhasil dalam perkuliahan kalian,” kata Jonathan.

Berakhirnya UPH Festival 2026 menjadi awal perjalanan baru bagi mahasiswa. Setelah tiga hari diajak mengenal identitas, memahami dunia, dan merefleksikan panggilan, mahasiswa baru akan melanjutkan proses itu melalui perkuliahan, organisasi, komunitas, kompetisi, kepemimpinan, hingga kehidupan setelah lulus.

Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang unggul, takut akan Tuhan, serta mampu membawa dampak bagi sesama dan Indonesia.***

Load More