- Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penggeseran separator di Jalan Gatot Subroto sejak Agustus hingga November 2026.
- Pekerjaan pembangunan trotoar dan saluran air oleh Dinas Bina Marga dibagi menjadi tiga segmen bertahap di sisi utara jalan.
- Dampak proyek menyebabkan bus Transjakarta menerapkan sistem mix traffic dan badan jalan menyempit sementara hingga proyek selesai.
Suara.com - Pengguna Jalan Gatot Subroto, Jakarta, harus bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas hingga November 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sementara menggeser separator jalur Transjakarta di sisi utara untuk memberi ruang bagi proyek pembangunan dan peningkatan trotoar.
Akibat rekayasa tersebut, bus Transjakarta untuk sementara akan berbagi lajur dengan kendaraan lain atau menerapkan skema mix traffic di ruas yang terdampak pekerjaan.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.
"Pengaturannya kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan dan akan terus dievaluasi agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan," jelas Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Pekerjaan trotoar berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi utara, mulai dari depan K-Link Tower hingga simpang Pancoran di depan Graha Mustika.
Proyek tersebut dikerjakan secara bertahap dalam tiga segmen dengan jadwal berbeda.
Segmen pertama berada di ruas Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter. Pekerjaan berlangsung 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Segmen kedua mencakup ruas Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang sekitar 200 meter. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung 13 September hingga 31 Oktober 2026.
Sementara segmen ketiga berada di ruas depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter. Pekerjaan dilakukan mulai 4 Oktober hingga 14 November 2026.
Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan
Dikembalikan Setelah Proyek Selesai
Tak hanya trotoar, proyek tersebut juga mencakup pekerjaan saluran.
Kondisi ini membuat sebagian badan jalan harus menyempit sementara karena digunakan untuk pagar pengaman proyek.
Dishub DKI menyebut dimensi pagar kerja akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas di masing-masing lokasi.
Khusus di sisi utara Halte Transjakarta Pancoran, Dishub juga melakukan pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur kendaraan.
Budi meminta masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, mengingat rekayasa lalu lintas akan berubah mengikuti tahapan pekerjaan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan serta menyesuaikan waktu perjalanan saat melintas di kawasan Gatot Subroto," ujarnya.
Dishub DKI memastikan penggeseran separator tersebut hanya bersifat sementara.
Separator jalur Transjakarta akan dikembalikan ke posisi semula setelah Dinas Bina Marga menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan dan peningkatan trotoar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Awas Macet! Jalur Transjakarta Gatsu Berlaku Mix Traffic hingga November 2026
-
5 Sunscreen Korea SPF 50 untuk Base Makeup Harian, Bebas Efek Abu-Abu!
-
Tuntut Pelunasan Hak Pekerja Trans Jogja, KSBSI Desak Dishub DIY dan PT AMI Buka Ruang Mediasi
-
Keker ke Langit di Tengah Demo Mahasiswa, Sosok Diduga Intel Bawa Drone Jammer Berharga Fantastis
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026