News / Metropolitan
Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:32 WIB
Ilustrasi-Halte Transjakarta Gatot Subroto. [Dok. Transjakarta]
Baca 10 detik
  • Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penggeseran separator di Jalan Gatot Subroto sejak Agustus hingga November 2026.
  • Pekerjaan pembangunan trotoar dan saluran air oleh Dinas Bina Marga dibagi menjadi tiga segmen bertahap di sisi utara jalan.
  • Dampak proyek menyebabkan bus Transjakarta menerapkan sistem mix traffic dan badan jalan menyempit sementara hingga proyek selesai.

Suara.com - Pengguna Jalan Gatot Subroto, Jakarta, harus bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas hingga November 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta sementara menggeser separator jalur Transjakarta di sisi utara untuk memberi ruang bagi proyek pembangunan dan peningkatan trotoar.

Akibat rekayasa tersebut, bus Transjakarta untuk sementara akan berbagi lajur dengan kendaraan lain atau menerapkan skema mix traffic di ruas yang terdampak pekerjaan.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan rekayasa lalu lintas akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

"Pengaturannya kami sesuaikan dengan kondisi di lapangan dan akan terus dievaluasi agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan," jelas Budi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Pekerjaan trotoar berlangsung di sepanjang Jalan Jenderal Gatot Subroto sisi utara, mulai dari depan K-Link Tower hingga simpang Pancoran di depan Graha Mustika.

Proyek tersebut dikerjakan secara bertahap dalam tiga segmen dengan jadwal berbeda.

Segmen pertama berada di ruas Jalan Dukuh Patra hingga Jalan Rasamala Raya sepanjang sekitar 650 meter. Pekerjaan berlangsung 1 Agustus hingga 10 Oktober 2026.

Segmen kedua mencakup ruas Jalan Rasamala Raya hingga depan Graha Mustika sepanjang sekitar 200 meter. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung 13 September hingga 31 Oktober 2026.

Sementara segmen ketiga berada di ruas depan K-Link Tower hingga Jalan Dukuh Patra sepanjang sekitar 200 meter. Pekerjaan dilakukan mulai 4 Oktober hingga 14 November 2026.

Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa, Pengguna Transjakarta Harap Simak! Koridor 1 hingga Rute 9D Alami Perubahan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin. [ANTARA/HO-Dishub DKI Jakarta]

Dikembalikan Setelah Proyek Selesai

Tak hanya trotoar, proyek tersebut juga mencakup pekerjaan saluran.

Kondisi ini membuat sebagian badan jalan harus menyempit sementara karena digunakan untuk pagar pengaman proyek.

Dishub DKI menyebut dimensi pagar kerja akan disesuaikan dengan tingkat kepadatan lalu lintas di masing-masing lokasi.

Khusus di sisi utara Halte Transjakarta Pancoran, Dishub juga melakukan pelebaran jalan untuk mengoptimalkan konsistensi lajur kendaraan.

Budi meminta masyarakat lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, mengingat rekayasa lalu lintas akan berubah mengikuti tahapan pekerjaan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu dan arahan petugas di lapangan serta menyesuaikan waktu perjalanan saat melintas di kawasan Gatot Subroto," ujarnya.

Dishub DKI memastikan penggeseran separator tersebut hanya bersifat sementara.

Separator jalur Transjakarta akan dikembalikan ke posisi semula setelah Dinas Bina Marga menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan dan peningkatan trotoar.

Load More