-
Kelangkaan dan mahal harga korek api melumpuhkan aktivitas memasak harian pengungsi Palestina di Gaza.
-
Blokade bantuan memaksa warga menggilir penggunaan korek api dan memanfaatkan jasa perbaikan barang bekas.
-
Pembatasan pasokan gas elpiji menjadikan pemantik api alat vital untuk menyalakan kayu bakar.
Suara.com - Sebuah korek api sederhana kini menjadi alat penentu bertahan hidup bagi ribuan pengungsi Palestina di Jalur Gaza. Tanpa benda kecil ini, para ibu tidak dapat menyalakan kayu bakar untuk memasak makanan maupun menyedu susu anak-anak mereka.
Pemblokiran barang masuk oleh militer Israel membuat harga korek api baru meroket hingga ratusan kali lipat. Kondisi tersebut memaksa warga memanfaatkan jasa servis korek api bekas atau saling meminjam percikan api antartenda.
Rabab Deifallah, seorang ibu lima anak yang tinggal di tenda pengungsian, terus berupaya memantik korek api lamanya yang berulang kali rusak. Dikutip dari Al Jazeera, benda tersebut menjadi satu-satunya tumpuan setelah gas elpiji habis dan harganya tidak terjangkau.
“Seluruh kehidupan sehari-hari kami bergantung pada api. Namun memulainya butuh korek api, dan benda kecil ini menjadi salah satu barang yang paling sulit ditemukan di Gaza.”
Sebelum perang berkecamuk pada Oktober 2023, tiga buah korek api bisa dibeli seharga satu shekel (0,33 dolar AS). Saat ini, satu unit korek api baru dipatok senilai 27 dolar AS hingga 33 dolar AS, sementara biaya perbaikannya mencapai 12 dolar AS.
“Apakah saya harus menghabiskan uang sebanyak itu untuk membeli korek api, atau membelinya untuk sekantong tepung?”
Karena keterbatasan dana, warga sering kali tidak memiliki korek api sama sekali di dalam tendanya. Mereka terpaksa meminjam api dari tetangga menggunakan potongan karton atau membiarkan keluarga mengonsumsi makanan dingin.
Mengapa korek api begitu sulit didapatkan di Jalur Gaza?
Hasnaa Mansour, pengungsi asal kamp Jabalia, turut merasakan dampak langsung dari krisis pemantik api ini. Demi menopang hidup enam anaknya, ia mengandalkan tungku tanah liat untuk membuat roti dagangan.
Baca Juga: Israel Tolak Peta Jalan Damai AS Hingga Picu Kemarahan 8 Negara, Termasuk Indonesia
Tanpa adanya gas elpiji, ia membutuhkan nyala api besar dari kayu bakar yang sulit dipicu tanpa pemantik yang berfungsi baik. Kondisi ini membuat proses pengolahan makanan terhambat hingga berjam-jam.
“Jika menggunakan gas, Anda hanya butuh percikan kecil untuk menyalakannya. Namun dengan oven, saya membutuhkan api yang nyata."
“Saya sudah duduk di sini sejak pagi dan hingga pukul 10 saya masih belum bisa menyalakan oven. Saya menyuruh putri kecil saya membawa selembar karton untuk mencari tetangga yang menyalakan api, tetapi dia tidak menemukan siapa pun."
Laporan OCHA menunjukkan bahwa pembatasan akses masuk dan penutupan perbatasan oleh Israel menekan ketersediaan barang pokok. Barang-barang yang dikategorikan memiliki fungsi ganda (dual-use) mengalami prosedur pemeriksaan yang sangat ketat.
Kamar Dagang dan Industri Gaza mencatat korek api termasuk dalam daftar barang yang dilarang melintas ke wilayah tersebut. Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, rata-rata truk bantuan yang masuk hanya 191 unit per hari, jauh di bawah kebutuhan praperang.
Bagaimana warga mengimbangi kelangkaan alat pemantik ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?
-
Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah
-
Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri
-
Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur
-
Galaxy Z Fold8 Bawa Layar Lipat 4:3, Samsung Fokus Ubah Cara Menikmati Konten
-
5 Rekomendasi Motor Matic Terbaik yang Paling Nyaman dan Irit untuk Perjalanan Jauh Luar Kota
-
7 Rekomendasi Bedak Mengandung Salicylic Acid dan Centella untuk Kulit Berjerawat
-
Ketika AI Jadi Tempat Curhat, Apa yang Dicari Manusia dari Chatbot?
-
Festival Momaya 2026 Tandai Berakhirnya Pengabdian KKN-PPM UGM di Kecamatan Biluhu
-
Yakin Menang? Tim Hukum Febrie Sebut Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Permohonan Praperadilan