News / Nasional
Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Ilustrasi jemaah haji Indonesia bersama jamaah dari berbagai negara melakukan mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko]
Baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umroh Gus Irfan mengumumkan potensi penyesuaian biaya haji 2027 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
  • Perubahan biaya haji dipicu inflasi global, harga BBM, dan kebijakan Pemerintah Saudi beralih ke Paket C.
  • Pemerintah memperkirakan kenaikan biaya sekitar 10 hingga 15 persen guna meningkatkan kualitas layanan jemaah haji.

Ia berharap jemaah akan merasakan perbedaan signifikan pada fasilitas tenda dan konsumsi.

"Tentu, pelayanan di Armuzna, pasti itu berbeda. Tenda-tendanya berbeda, kasurnya berbeda ukuran ukurannya. Kemudian layanan lain kita berharap makan juga konsumsi akan ada sedikit peningkatan. Tapi semua tergantung pembicaraan kita dengan tim di Panja Banja," ujarnya.

Mengenai fasilitas fisik, Gus Irfan menyebutkan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik meski otoritas penuh berada di tangan tuan rumah.

"Insyaallah kita harapkan seperti itu karena tenda kasur itu domennya Pemerintah Saudi, kita hanya bayar, kita beli paket C kita beli paket B kita beli paket A," tuturnya.

Terkait masalah logistik dan transportasi yang kerap menjadi sorotan, Gus Irfan memastikan bahwa pihaknya akan menjaga kelancaran keberangkatan dan kepulangan jemaah.

"Insyaallah yang tahun kemarin tidak ada yang tertinggal tidak terangkut, ada mungkin agak sedikit terlambat tapi tidak terlambat melewati batas waktu nggak, sedikit saja saja," pungkasnya.

Load More