Ilustrasi BUMN (Shutterstock)
Baca 10 detik
- Pemerintah menutup 290 BUMN untuk menghemat biaya operasional dan menargetkan sisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026.
- Sebanyak 52 persen dari 1.043 BUMN merugi Rp20 triliun sepanjang 2025 dan menimbulkan potensi kerugian hingga Rp50 triliun.
- Pakar UGM menilai reformasi BUMN harus mengatasi korupsi struktural serta memisahkan fungsi bisnis dan kepentingan politik.
"Reformasi BUMN perlu upaya keras untuk menghapuskan konflik antara fungsi bisnis dan fungsi politik," tandasnya.
Menurutnya, BUMN strategis seperti energi, pangan, pertahanan, dan infrastruktur tetap harus berada dalam kendali negara. Sementara BUMN komersial harus dituntut profesional dan menghasilkan keuntungan.
BUMN tidak strategis dapat diprivatisasi, sedangkan BUMN sakit harus direstrukturisasi, digabungkan, atau ditutup jika tidak memiliki prospek.
"Sedangkan BUMN komersial dituntut menghasilkan keuntungan dan bersaing secara professional. Kemudian BUMN yang tidak strategis lebih baik diprivatisasi saja. Terakhir, BUMN sakit perlu restrukturisasi, merger, atau ditutup bila tidak mempunyai prospek," pungkasnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Urgensi Kehadiran Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
-
Bahlil Ungkap Alasan Presiden Bentuk Bursa Mineral: Prabowo Mau Seluruh Kekayaan Kita Yang Atur!
-
Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola
-
Wacana Amnesti Koruptor BUMN Sesat Berbahaya, Berpotensi Bikin Korupsi Makin Subur
-
Siapa Sardjito? Kandidat Bos Bursa Mineral Pilihan Prabowo
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas
-
BI Salurkan Insentif KLM Rp446,5 Triliun per Agustus 2026,, Kredit Perbankan Tumbuh 13,58 Persen
-
Pakar IPB Ungkap Kunci Damai Blok Tanamalia, Dialog Terbuka dan Kepastian Hukum
-
Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak
-
Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika
-
Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan
-
Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota