- Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menybut alat militer canggih tidak menjamin kedaulatan negara.
- Pemerintah harus memprioritaskan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam demi memperkuat pertahanan nirmiliter.
- Kemandirian ekonomi serta industri padat karya penting guna mengatasi masalah pengangguran dan menjaga keamanan nasional.
Kedua, memperkuat industri pertahanan dalam negeri.
Penguatan tersebut tidak hanya dilakukan dengan memproduksi peralatan militer sendiri, tetapi juga meningkatkan kemampuan personel TNI agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Gatot juga menekankan pentingnya menjaga netralitas TNI agar tidak terlibat dalam politik praktis.
Ketiga, membangun kemandirian ekonomi.
Menurut Gatot, pemerintah di era kepemim pinan Presiden Prabowo Subianto perlu memperkuat industri padat karya untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan mencegah angka pengangguran terus meningkat.
Dengan demikian, pertahanan negara tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada kemampuan ekonomi dan ketahanan masyarakat.
"Kedaulatan tidak pernah hanya diberikan secara cuma-cuma. Ia harus terus diperjuangkan, dijaga, berapa pun harganya harus kita bayar," tegas Gatot.
Gatot menilai Indonesia memiliki sejarah panjang dalam menghadapi berbagai situasi ekonomi dan politik yang kompleks.
Karena itu, ia optimistis kedaulatan Indonesia dapat terus dijaga apabila pemerintah membangun kekuatan nasional secara menyeluruh dan melibatkan masyarakat.
Baca Juga: Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik
Reporter: Alif Bintang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Senjata Canggih Tak Cukup Jaga Kedaulatan RI! Ada 3 Hal yang Wajib Diperkuat Prabowo
-
Pelabuhan Diminta Seaman Bandara, DPR Dorong Pemisahan Kapal Barang dan Penumpang
-
BRI Sediakan Fasilitas Cicilan 0 Persen Hingga 12 Bulan di AZKO
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD
-
Diskon Belanja Hingga 50 Persen di AZKO dari BRI, Cek Syaratnya
-
Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur
-
Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri
-
Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter
-
6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara
-
Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI