- Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf menyatakan komunikasi internal partai politik terkait RUU Pemilu sedang berjalan.
- Komisi II DPR RI siap membahas RUU Pemilu melalui panitia kerja namun masih menunggu keputusan pimpinan DPR RI.
- Para sekretaris jenderal partai koalisi pemerintah telah mengadakan pertemuan untuk menyatukan visi dan mendukung penuh kebijakan nasional.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, memberikan tanggapan terkait rencana dimulainya pembahasan terbatas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Dede menyebutkan, bahwa kekinian proses komunikasi di tingkat partai politik tengah berjalan, khususnya melalui pertemuan para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai.
"Kan begini ya, kalau saat ini saya dengar sudah ada pertemuan dengan para Sekjen. Nah tentu para Sekjen ini mengatasnamakan atau juga mendapat apa mendapat masukan dari para ketua umum," ujar Dede Yusuf di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
"Baru setelah semua didiskusikan, Komisi II kemudian mendapatkan katakanlah diskusi ataupun dialog dengan para Sekjen-Sekjen ini kan terkait dengan partai-partai Pemilu ya," katanya menambahkan.
Dede menjelaskan, bahwa Komisi II pada prinsipnya dalam posisi siap untuk memulai pembahasan melalui Panitia Kerja (Panja). Namun, hingga kekinian pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pimpinan DPR RI.
"Nah jadi prinsipnya kalau kami selalu open menunggu kapan kita bisa start, kita bisa mulai. Ya. Nah kalau misalnya katakanlah kita masih belum bisa memulai panja berarti masih menggunakan undang-undang lama gitu," uca[ Dede.
"Undang-undang lama kan sebetulnya masih berlaku. Ya, jadi kita sementara ini masih menunggu keputusan pimpinan untuk kita bisa memulai panja. Sambil menjaring-menjaring tentunya dari masukan dari tempat-tempat lain," jelasnya.
Terkait adanya pertemuan para Sekjen partai di kediaman Sekjen Gerindra beberapa waktu lalu, Dede menilai hal tersebut sangat wajar mengingat RUU Pemilu berkaitan erat dengan kepentingan partai politik.
Ia berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi masukan berharga bagi Komisi II.
Baca Juga: Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses
"Kalau pertemuan para Sekjen pasti urusannya partai kan. Nah kalau salah satu yang berurusan dengan partai kan adalah undang-undang Pemilu. Jadi kita juga berharap bahwa ada output nanti dialog-dialog di antara para Sekjen ini yang bisa menjadi pengayaan bagi kita di Komisi. Gitu," kata dia.
Saat ditanya mengenai kepastian waktu dimulainya pembahasan RUU Pemilu tersebut, Dede mengaku belum bisa memastikan tanggal pastinya.
Kendati begitu, ia merujuk pada pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang sebelumnya menyebut akan segera menindaklanjuti rencana tersebut.
"Nah itu saya belum tahu tuh. Mulai kapannya saya belum tahu. Tetapi yang jelas pimpinan DPR kan Pak Dasco sudah mengatakan bahwa akan segera menindaklanjuti. Jadi ya mudah-mudahan segera ditindaklanjuti dalam konteks artinya mengikuti jadwal tahapan Pemilu," pungkasnya.
Pertemuan Sekjen Pendukung Prabowo
Sebelumnya, para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik pendukung pemerintah menggelar pertemuan silaturahmi penting menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81.
Berita Terkait
-
Bantah Bahas RUU Pemilu! Gerindra Ungkap Isi Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Pendukung Prabowo
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
PDIP Berharap Tak Ditinggalkan dalam Pembahasan RUU Pemilu
-
Demi Menjawab Kebutuhan Masyarakat, DPR Pastikan Pembahasan RUU Tetap Berjalan Selama Reses
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer
-
Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil
-
Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia
-
81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia
-
Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam
-
3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat
-
Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya
-
RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!
-
Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali