- Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Ruben Prabu Faza, diduga terlibat praktik calo jabatan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang pada Rabu.
- Saksi kunci mengaku menyerahkan uang enam puluh juta rupiah kepada Ruben agar diangkat menjadi kepala bidang.
- Ruben juga mengintervensi tenaga alih daya Dinas PUPR untuk bekerja di kantor Golkar namun digaji oleh anggaran negara.
Suara.com - Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, terseret dalam pusaran dugaan praktik "calo" jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ruben, yang dikenal sebagai orang dekat Bupati Non-aktif Fadia Arafiq, diduga ikut bermain dalam penempatan pejabat daerah.
Skandal ini terungkap dalam sidang dugaan korupsi Bupati Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu.
Jaksa menghadirkan Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pekalongan, Pujo Pramudiarto, sebagai saksi kunci.
Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Rightmen Situmorang, Pujo blak-blakan mengaku pernah menyerahkan uang pelicin sebesar Rp60 juta kepada Ruben. Tujuannya, agar ia bisa naik takhta menjadi Kepala Bidang.
"Saya memberikan Rp60 juta ke Ruben melalui ajudannya, beberapa bulan berikutnya saya dapat undangan pelantikan sebagai kabid Pengelolaan Sampah, Kebersihan dan Pertamanan," ungkap Pujo memberikan kesaksian.
Menurut Pujo, transaksi "bawah tangan" tersebut bahkan diketahui oleh Rudy Sulaiman, yang saat itu menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup.
Intervensi Pegawai: Gaji Dinas, Kerja di Kantor Golkar
Tak hanya soal jual-beli jabatan, Ruben Prabu Faza juga disebut mengintervensi pengadaan tenaga alih daya (outsourcing) di Dinas PUPR melalui perusahaan keluarga Bupati, PT Raja Nusantara Berjaya.
Baca Juga: Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
Pujo menjelaskan bahwa politikus Partai Golkar tersebut pernah meminta penggantian salah satu tenaga outsourcing dengan orang pilihannya sendiri.
Mirisnya, pegawai tersebut justru tidak bekerja untuk kedinasan.
"Diminta mengganti salah satu outsourcing, kemudian penggantinya itu bekerja di kantor Golkar Pekalongan," tuturnya.
Meski jasanya digunakan untuk kepentingan partai, gaji pegawai tersebut tetap dibebankan pada anggaran negara melalui Dinas PUPR.
Sebagai informasi, Bupati non-aktif Fadia Arafiq kini tengah diadili atas dugaan korupsi terkait pengaturan penyediaan tenaga alih daya serta penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Pekalongan periode 2021-2026. (Antara)
Berita Terkait
-
Bukan Cuma THR, Bupati Fadia Arafiq Minta Setoran Kado Ultah ke Kepala Dinas
-
Sidang Perdana Fadia Arafiq Digelar, Eks Bupati Pekalongan Didakwa Kasus Korupsi
-
Jelang Persidangan, Bupati Fadia Arafiq Dipindah ke Lapas Perempuan Semarang
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jelang Super League 2026/2027, Persib Bandung Dapat Sinyal Bahaya dari Persija Jakarta
-
4 Rekomendasi Eyeshadow Palette 9 Warna yang Hasil Akhirnya Matte dan Pigmented
-
Acorn Was a Little Wild: Dari Jiwa Bebas Menjadi Pohon yang Megah
-
Misteri di Balik Kematian Sang Ayah: Membedah Film Horor Pendek The Blue Drum
-
BEI Siapkan Aturan Baru ARA, Saham Murah Bisa Melonjak 35%
-
Pray for Kalimantan: Ketika Hutan Gundul, Kemarau Menjadi Api
-
Helikopter Jatuh, Kepala Badan Intelijen Tewas dengan 5 Warga Amerika Serikat
-
Pelabuhan Maumere Tetap Beroperasi Normal Pascagempa
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' di Tengah 177 Karhutla Palangka Raya, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Ungkap Pesona & UMKM, KKN-T 129 Undip Hadirkan Video Profil Desa Gogik