News / Nasional
Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:59 WIB
Aktivis yang tergabung dalam MBG Watch melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Suryani mendesak program MBG dihentikan.
  • Berdasarkan riset MBG Watch, program tersebut dinilai memicu masalah kesehatan seperti keracunan dan tata kelola buruk.
  • Irma mengusulkan agar pemerintah mengganti program MBG dengan mekanisme bantuan langsung tunai.

Menurutnya, bantuan langsung tunai dinilai lebih sederhana karena tidak membutuhkan pembangunan dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seperti dalam program MBG.

“Kenapa MBG nggak jadi cash transfer, bantuan langsung tunai kan kita ada ya program itu, nggak perlu ada SPPG, nggak perlu bayar apa-apa tuh,” tegas Irma.

Ia juga mengaitkan persoalan efisiensi program dengan kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, program yang tidak berjalan efektif pada akhirnya dapat membebani masyarakat.

“Rupiah anjlok karena ketidakefisienan program ini yang menjadikan negara kita ini babak belur. Negara nggak babak belur sih, tapi rakyatnya babak belur,” pungkas Irma.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Load More