News / Nasional
Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:52 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (foto dok. Kemendagri)
Baca 10 detik
  • Mendagri Tito meninjau langsung penanganan dampak gempa di Nusa Tenggara Timur sejak 16 hingga 20 Agustus 2026.
  • Pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan dan mengerahkan lintas kementerian guna mempercepat pemulihan layanan dasar bagi korban gempa.
  • Mendagri mendesak pemerintah daerah segera mempercepat validitas pendataan kerusakan guna memperlancar proses rehabilitasi dan rekonstruksi selanjutnya.

"Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari," ujar Tito mengingatkan pentingnya validitas data.

Strategi "Keroyok" Antar-Kementerian

Menutup rangkaian kunjungannya di Sikka pada Rabu (19/8/2026), Mendagri memastikan bahwa setelah masa tanggap darurat, tahap rehabilitasi dan rekonstruksi akan langsung digulirkan secara kolaboratif.

"Dari Dinas Kesehatan kan bisa komunikasi dengan Menteri Kesehatan. Kalau fasilitas pendidikan nanti Menteri Dikdasmen. Iya. Dan bangunan pemerintah nanti kita minta ya (Kementerian) PU," tutur Mendagri menjelaskan konsep kerja sama lintas sektoral tersebut.

Hingga saat ini, total bantuan yang diserahkan Mendagri mencakup santunan ahli waris Rp15 juta per jiwa, bantuan tunai ratusan juta untuk desa terdampak, genset, velbed, hingga bantuan pribadi untuk fasilitas pendidikan seperti SMP Abdurrahman Wahid.

Pemerintah memastikan akan terus mengawal NTT hingga masyarakat benar-benar bangkit kembali. (Antara)

Load More