- Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendukung Bareskrim Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatera dan Kalimantan pada 24 Agustus 2026.
- Cucun mendesak penegakan hukum tegas terhadap aktor utama pembakaran hutan agar menimbulkan efek jera bagi para pelaku.
- Pemerintah daerah diminta segera mengimplementasikan instruksi Mendagri Tito Karnavian untuk memperkuat peraturan daerah larangan membakar lahan.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan dukungan penuh kepada langkah Bareskrim Polri yang telah menetapkan 72 orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Penetapan tersangka ini merupakan hasil penanganan 89 laporan polisi di sembilan wilayah hukum Polda di Sumatera dan Kalimantan.
Cucun menekankan pentingnya mencari aktor utama di balik bencana kebakaran ini agar memberikan efek jera, mengingat dampaknya yang merugikan masyarakat luas hingga mengganggu hubungan diplomatik.
"Siapa yang punya peran pertama sampai kebakaran hutan itu. Ya kita dukung pemerintah untuk menegakkan hukum yang sebetul-betulnya biar terjadi efek jera, biar gak ada lagi kelompok yang ingin instan membakar hutan yang korbannya kan semua, bisa masyarakat di lingkungan satu pulau aja kena, dan kita hubungan dengan negara lain tidak baik ya," ujar Cucun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menanggapi adanya dugaan bahwa pembakaran lahan tersebut dilakukan demi kepentingan pembukaan lahan sawit, politisi Fraksi PKB ini menegaskan bahwa apa pun motifnya, hukum harus tetap ditegakkan terhadap siapa pun penyebabnya.
"Ya pokoknya tadi kan, siapapun buat apa, kita dukung pemerintah yang ingin menegakkan hukum, siapa itu penyebabnya," tegasnya.
Selain itu, Cucun juga merespons positif instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang meminta Pemerintah Daerah memperkuat aturan larangan pembukaan lahan dengan cara dibakar melalui Peraturan Daerah (Perda).
Menurutnya, arahan tersebut harus segera diimplementasikan oleh para bupati, wali kota, hingga gubernur sebagai langkah antisipasi.
"Ya bagus lah kalau seperti itu. Kita antisipasj hal-hal terburuk demikian, arahan pak tito harus diikuti juga oleh pemerintah daerah," pungkasnya.
Baca Juga: 35 Pesawat Asing Dikerahkan untuk Tangani Karhutla Kalimantan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Kisah Haru PMI di Taiwan, BRI Wujudkan Pertemuan Yuni dengan Sang Ibu Setelah Satu Dekade
-
Kulit Sehat dan Terawat, Ini 5 Sabun Cuci Muka dengan Kandungan Prebiotik
-
Mulai September 2026, Purbaya Ubah Strategi Ekonomi RI Hadapi Era Perdagangan Bebas
-
BRI Hadirkan Momen Haru, Yuni Lestari Bertemu Sang Ibu Setelah 10 Tahun di Taiwan
-
BRI Hadirkan Kejutan Haru Bagi PMI Yuni Lestari di Taiwan Lewat Program "Tali Kasih"
-
16 Serangan Siber per Detik Mengincar Indonesia, Naik 93 Persen dalam 6 Bulan
-
BRI Wujudkan Kerinduan PMI Yuni Lestari Bertemu Ibunya Setelah Ia Berada 10 Tahun di Taiwan
-
Purbaya Klaim Amerika Tiru Indonesia soal Strategi Buyback Obligasi
-
Singapura Siap-siap Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan - Sumatera, Pemerintahnya Lakukan Ini
-
Nyaris Satu Dekade Tak Pulang, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Kejutan BRI