News / Internasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 15:17 WIB
petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. ANTARA/Ho- Sucia Lucinda
Baca 10 detik
  • Singapura terancam kabut asap akibat lonjakan titik panas di Sumatra dan Kalimantan.

  • Indeks PSI Singapura tercatat di angka 68-90, masih berada pada kategori sedang.

  • Satgas antarlembaga Singapura dan ASMC siaga hadapi potensi pemburukan kualitas udara.

Suara.com - Singapura berisiko kembali diterjang kabut asap meny menyusul maraknya titik panas kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan selama akhir pekan. Lembaga Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mencatat gumpalan asap tebal mulai bergerak seiring berhembusnya angin dari arah selatan.

Kualitas udara di Singapura masih berada di level sedang dengan rentang Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam di angka 68 hingga 90 per Senin pukul 13.00. Angka PSI di atas 100 baru dikategorikan sebagai kondisi tidak sehat bagi masyarakat.

"Kami telah mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, dengan titik panas dan gumpalan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan," ungkap badan tersebut dalam unggahan di Facebook.

Kebakaran hutan yang dipenuhi asap, diabadikan di tengah alam liar, memperlihatkan pepohonan yang terbakar dan kepulan asap tebal. (Pexels/Pixabay)

"Dengan angin dominan yang bertiup dari selatan atau tenggara, sesekali dapat terjadi periode kabut asap yang mempengaruhi Singapura," tambah pihak NEA.

Aktivitas gumpalan asap juga terlihat membumbung di wilayah Riau seiring perkiraan cuaca kering yang bakal bertahan sepanjang pekan ini. Otoritas meteorologi setempat terus memantau pergerakan polusi udara demi mengantisipasi pemburukan kondisi lingkungan secara mendadak.

"Kami memantau secara ketat kualitas udara secara keseluruhan dan akan memberikan saran yang diperlukan jika kualitas udara memburuk," tegas NEA dalam pernyataan resminya.

"Pemerintah akan mengeluarkan imbauan kabut asap harian ketika PSI 24 jam memasuki rentang tidak sehat," lanjut NEA menegaskan standar pelaporannya.

Satuan tugas antarlembaga yang terdiri dari 28 instansi publik telah menyiagakan rencana aksi jika indeks pencemaran udara menembus angka krisis. Seluruh instansi berwenang siap menerapkan skenario respons berjenjang berdasarkan pantauan berkala dan ramalan cuaca.

Tim koordinasi nasional ini secara rutin menggelar konsolidasi tahunan sebelum memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni. Sepanjang tahun ini, satgas telah dua kali menggelar rapat intensif, yakni pada Januari usai kebakaran lahan gambut di Johor Timur serta koordinasi lanjutan pada April.

Baca Juga: 'Superman' Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan Mendunia

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) bahkan telah menaikkan status siaga ke Level 2 untuk kawasan Asia Tenggara bagian selatan. Tingkat peringatan tertinggi kedua ini menandakan melonjaknya risiko paparan kabut asap lintas batas negara secara signifikan.

Status siaga Level 2 ditetapkan ketika eskalasi titik panas dan tutupan asap tebal terpantau konsisten selama minimal dua hari berturut-turut. Masyarakat Singapura diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara terkini secara berkala melalui situs resmi, aplikasi myENV, serta media sosial resmi NEA.

Load More