-
Singapura terancam kabut asap akibat lonjakan titik panas di Sumatra dan Kalimantan.
-
Indeks PSI Singapura tercatat di angka 68-90, masih berada pada kategori sedang.
-
Satgas antarlembaga Singapura dan ASMC siaga hadapi potensi pemburukan kualitas udara.
Suara.com - Singapura berisiko kembali diterjang kabut asap meny menyusul maraknya titik panas kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan selama akhir pekan. Lembaga Lingkungan Hidup Nasional (NEA) mencatat gumpalan asap tebal mulai bergerak seiring berhembusnya angin dari arah selatan.
Kualitas udara di Singapura masih berada di level sedang dengan rentang Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam di angka 68 hingga 90 per Senin pukul 13.00. Angka PSI di atas 100 baru dikategorikan sebagai kondisi tidak sehat bagi masyarakat.
"Kami telah mengamati peningkatan aktivitas titik panas dan kabut asap selama akhir pekan, dengan titik panas dan gumpalan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan," ungkap badan tersebut dalam unggahan di Facebook.
"Dengan angin dominan yang bertiup dari selatan atau tenggara, sesekali dapat terjadi periode kabut asap yang mempengaruhi Singapura," tambah pihak NEA.
Aktivitas gumpalan asap juga terlihat membumbung di wilayah Riau seiring perkiraan cuaca kering yang bakal bertahan sepanjang pekan ini. Otoritas meteorologi setempat terus memantau pergerakan polusi udara demi mengantisipasi pemburukan kondisi lingkungan secara mendadak.
"Kami memantau secara ketat kualitas udara secara keseluruhan dan akan memberikan saran yang diperlukan jika kualitas udara memburuk," tegas NEA dalam pernyataan resminya.
"Pemerintah akan mengeluarkan imbauan kabut asap harian ketika PSI 24 jam memasuki rentang tidak sehat," lanjut NEA menegaskan standar pelaporannya.
Satuan tugas antarlembaga yang terdiri dari 28 instansi publik telah menyiagakan rencana aksi jika indeks pencemaran udara menembus angka krisis. Seluruh instansi berwenang siap menerapkan skenario respons berjenjang berdasarkan pantauan berkala dan ramalan cuaca.
Tim koordinasi nasional ini secara rutin menggelar konsolidasi tahunan sebelum memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni. Sepanjang tahun ini, satgas telah dua kali menggelar rapat intensif, yakni pada Januari usai kebakaran lahan gambut di Johor Timur serta koordinasi lanjutan pada April.
Baca Juga: 'Superman' Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan Mendunia
Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) bahkan telah menaikkan status siaga ke Level 2 untuk kawasan Asia Tenggara bagian selatan. Tingkat peringatan tertinggi kedua ini menandakan melonjaknya risiko paparan kabut asap lintas batas negara secara signifikan.
Status siaga Level 2 ditetapkan ketika eskalasi titik panas dan tutupan asap tebal terpantau konsisten selama minimal dua hari berturut-turut. Masyarakat Singapura diimbau untuk memantau perkembangan kualitas udara terkini secara berkala melalui situs resmi, aplikasi myENV, serta media sosial resmi NEA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Singapura Siap-siap Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan - Sumatera, Pemerintahnya Lakukan Ini
-
Nyaris Satu Dekade Tak Pulang, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Kejutan BRI
-
Dampak Karhutla Meluas, Masyarakat Jadi Korban hingga Ganggu Hubungan dengan Negara Tetangga
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan
-
Warga Miskin Bisa Tak Dapat Bansos, Asosiasi Buruh Minta Klasifikasi Desil Dievaluasi Total
-
6 Zodiak yang Paling Cocok Jadi Teman Curhat dan Pendengar Baik
-
PN Jakpus Nyatakan Tak Berwenang Adili Praperadilan Lodewyk Pusung dalam Kasus Korupsi MBG
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Terbaik untuk Pemula, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Rindu Terbayar Setelah 10 Tahun, BRI Pertemukan PMI Yuni dengan Ibunya di Taiwan
-
BRI Pertemukan PMI Yuni Lestari dengan Ibu Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan