- DPR menerima perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menyatakan kelompok yang menemui DPR tersebut tidak berkoordinasi dan bukan bagian dari mereka.
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu memastikan tetap akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 27 Agustus 2026 mendatang.
Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dikabarkan menerima perwakilan Forum Komunikasi Rakyat Pati untuk membahas RUU Perampasan Aset di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah rencana aksi demonstrasi sejumlah warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada Kamis (27/8/2026) mendatang.
Koordinator AMPB, Supriyono atau yang akrab disapa Botok, menegaskan bahwa pihak yang menemui DPR dan mengatasnamakan warga Pati bukan bagian dari AMPB.
"Yang jelas itu bukan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang sudah hadir di sini pada tanggal 21 Agustus. Itu bukan bagian dari kami," kata Botok kepada wartawan, Senin (24/8/2026).
Tak Ada Koordinasi dengan AMPB
Botok mengatakan, Forum Komunikasi Rakyat Pati yang bertemu dengan anggota DPR hari ini tidak memiliki kaitan dengan tuntutan yang disuarakan AMPB.
Menurutnya, AMPB sebelumnya mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan. Mereka juga membawa aspirasi terkait wacana pemberian hukuman mati bagi terpidana kasus korupsi.
"Tidak ada koordinasi. Mereka (Forum Komunikasi Rakyat Pati) datang secara tiba-tiba," ujarnya.
Botok juga membantah pernyataan Forum Komunikasi Rakyat Pati yang menyebut situasi di Pati belakangan ini membuat investor ketakutan dan dikhawatirkan mengganggu industri lokal.
Baca Juga: Usut Karhutla Sampai Akar! Audit Korporasi dan Proses Hukum hingga Level Manajemen
Menurutnya, kondisi investasi di daerah tersebut justru menunjukkan perkembangan positif.
"Saya kira enggak ya. Di tempat saya sendiri ada tiga pabrik baru ya. Di tempat di lingkungan saya sendiri," katanya.
AMPB Tetap Demo 27 Agustus
Botok memastikan AMPB tetap akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sejumlah masyarakat Pati lainnya, kata dia, juga tengah bersiap untuk bergabung dalam aksi tersebut.
Meski demikian, Botok mengaku belum dapat memperkirakan jumlah massa yang akan hadir dalam demonstrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi
-
Pembangunan Papua Masih Diiringi Konflik, Sejarawan Pertanyakan: Untuk Siapa?
-
Beli Buku Lebih Murah! Nikmati Diskon 20 Persen di Kinokuniya Pakai BRI
-
Menhut Tegaskan Penegakan Hukum bagi Pelaku Karhutla di Kalsel