- Menteri Agama Nasaruddin Umar disebut mengundurkan diri dan menyerahkan suratnya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 26 Agustus 2026.
- Pengunduran diri tersebut dilakukan agar ia dapat memenuhi aturan untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
- Pihak istana telah menerima serta memberikan restu atas pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar tersebut.
"Sepertinya ada orang panik itu," kata Nasaruddin.
Saat menerima telepon dari Suara.com, Nasaruddin sedang berada di pesawat untuk bertolak ke Surabaya di Jawa Timur.
Saat ditanya, apakah kunjungan ke Jawa Timur dalam rangka hadir Muktamar PBNU, Nasarudsin tidak menegaskan. Ia sebatas menyampaikan ada agenda pelantikan.
"Melantik ... Ikatan Ahli Ekonomi Islam di Jawa Timur besok pagi," kata Nasaruddin.
Peta Kekuatan Muktamar ke-35 NU
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung sejak Kamis (27/8) besok, tengah menjadi magnet perhatian publik nasional.
Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat, terutama di jagat media sosial.
Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, arah kepemimpinan PBNU tidak hanya krusial bagi warga Nahdliyin, tetapi juga bagi stabilitas sosial dan politik Indonesia.
Publik kini mulai menakar siapa sosok yang paling layak memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan.
Baca Juga: Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
Awalnya, terdapat setidaknya 15 tokoh yang namanya berseliweran di media sosial. Namun, berdasarkan data terbaru dari Majalah Risalah NU edisi khusus muktamar, Agustus 2026, kandidat telah mengerucut menjadi tujuh nama yang dianggap memiliki basis dukungan dan kapasitas yang mumpuni.
Ketujuh tokoh ini terbagi ke dalam tiga poros kekuatan berdasarkan visi, rekam jejak, dan latar belakang mereka.
1. Poros Struktural Berkesinambungan: Kontinuitas dan Diplomasi Global
Poros ini diisi oleh tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan birokrasi organisasi maupun pemerintahan. Mereka menawarkan stabilitas dan keberlanjutan program yang sudah berjalan.
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
Sebagai petahana, Gus Yahya yang lahir pada 16 Februari 1966 tetap menjadi kandidat terkuat. Pada 22 Juli 2026, ia secara resmi menyatakan niatnya untuk kembali memimpin PBNU.
Visi utamanya adalah kemandirian organisasi dengan fokus pada pemantapan gagasan "Merawat Jagat, Membangun Peradaban".
Gus Yahya dikenal piawai dalam memperkuat posisi tawar NU di kancah internasional, membawa misi perdamaian dunia melalui diplomasi agama yang moderat.
Prof. KH Nasaruddin Umar
Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal ini mewakili perpaduan antara ulama dan teknokrat.
Lahir pada 23 Juni 1959, Nasaruddin Umar membawa narasi harmoni keumatan. Ia mendapatkan dukungan signifikan dari cabang-cabang NU di luar Pulau Jawa.
Kehadirannya dipandang sebagai simbol desentralisasi kepemimpinan NU yang didukung oleh pengalaman birokrasi tingkat tinggi.
2. Poros Pesantren Tradisional: Menjaga Khittah dan Akar Rumput
Poros ini menekankan pada pentingnya kembali ke marwah pesantren sebagai pusat transmisi keilmuan dan moralitas NU.
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang lahir pada 17 Agustus 1958 ini merepresentasikan otoritas historis.
Sebagai cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Gus Kikin adalah simbol penjaga tradisi klasik NU.
Kehadirannya memberikan rasa tenang bagi warga Nahdliyin yang menginginkan kepemimpinan yang mengakar kuat pada nilai-nilai dasar pendiri NU.
KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
Tokoh muda dari Jawa Tengah ini memiliki basis massa yang sangat militan. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Gus Yusuf telah mengantongi dukungan dari 23 PCNU di Jawa Tengah. Ia dikenal sangat responsif terhadap isu-isu populis dan kesejahteraan ekonomi.
Visi dakwah kulturalnya dianggap mampu menyentuh aspirasi *grassroots* yang menginginkan PBNU lebih peka terhadap masalah sosial sehari-hari.
KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin)
Gus Rozin muncul dengan tawaran paradigma pendidikan yang adaptif. Dalam forum silaturahim PCNU se-Jawa Tengah pada Juli 2026, ia menegaskan kesiapannya maju.
Fokus utamanya adalah menjembatani keilmuan kitab kuning dengan tantangan akademis modern.
Bagi Gus Rozin, warga NU harus tetap profesional tanpa kehilangan identitas kepesantrenannya.
3. Poros Regenerasi dan Pembaruan: Intelektualitas dan Check and Balances
Kelompok ini diisi oleh tokoh-tokoh yang relatif lebih muda dan menawarkan perspektif baru dalam tata kelola organisasi.
KH Zulfa Mustofa
Lahir pada 7 Agustus 1977, Wakil Ketua Umum PBNU ini dikenal sebagai intelektual yang menguasai ilmu fiqih secara mendalam.
Keunikannya dalam menciptakan syair-syair Bahasa Arab secara spontan menjadikannya sosok yang dikagumi secara kultural.
Ia menawarkan perpaduan ideal antara penguasaan khazanah klasik dan manajemen organisasi yang modern serta lincah.
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam)
Pengasuh Pondok Pesantren Tambakberas yang berusia 49 tahun ini dikenal vokal dalam menyuarakan pentingnya "check and balances" di internal PBNU.
Gus Salam konsisten mengingatkan agar NU tidak terjebak dalam pragmatisme politik praktis. Baginya, organisasi harus tetap berpihak pada prinsip keadilan dan kemaslahatan publik, terutama demi kepentingan warga NU di tingkat bawah.
Tag
Berita Terkait
-
Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
-
Bukan Cuma Penonton, Gus Yahya Ingin NU Jadi 'Active Player' di Isu Strategis Global
-
Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU
-
Digelar 27-31 Agustus, Gus Yahya Sebut Isu Restu Istana Jelang Muktamar NU untuk Menakut-nakuti
-
Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
-
Sibuk Padamkan Api Saat Kebakaran, Akademisi Sebut Negara Pelit Cegah Karhutla
Terkini
-
Pertalite Jebol Diburu Pengguna Peralihan Pertamax, Tapi Stok Diklaim Aman
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Haji Isam Akan Caplok Saham Bayan dengan Harga Murah
-
Ancaman Tak Terduga di Demo 27 Agustus, Boni Hargens: Waspadai Angsa Hitam
-
Melalui Semarak Merah Putih, BRI Dorong Ekosistem Desa BRILiaN Balbar Sofifi Maluku Utara
-
Dompet Digital Berevolusi, Tak Lagi Hanya Alat Bayar
-
4 Perbedaan Sepeda Gunung XC, Trail, Enduro, dan Downhill dari Fungsi hingga Medan
-
Bukan Cuma 3 Moge, KPK Juga Sita Duit Rp 2,8 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
Masih Banyak Anak Putus Sekolah di Tangerang?
-
Waspada Besok! Investor Diramal Ramai-ramai Ambil Cuan saat Demo