Putin ke Presiden Iran: Saya Kagum dengan Keberanian Anda Perjuangkan Kepentingan Negara

Kamis, 03 September 2026 | 08:26 WIB
Abbas Araghchi bertemu Vladimir Putin di St. Petersburg. Rusia membuka peluang menjadi mediator dalam negosiasi Iran dan Amerika Serikat. [Dok. X IranInIndonesia]
  • Rusia berkomitmen membantu seluruh kebutuhan Iran dalam menghadapi konflik militer melawan Amerika Serikat.

  • Presiden Iran mengapresiasi dukungan Putin dan menyebut hubungan kedua negara bersifat sangat strategis.

  • Eskalasi perang memanas setelah AS menyerang Pulau Larak dan memperketat sanksi ekonomi Iran.

Suara.com - Rusia berdiri pasang badan untuk Iran yang sedang digempur konflik bersenjata melawan Washington di kawasan Timur Tengah. Kepastian dukungan militer dan ekonomi tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Kremlin kepada mitranya dalam ajang diplomasi regional.

Presiden Vladimir Putin memastikan pihaknya terus mengupayakan berbagai pertolongan demi menyokong kebutuhan Teheran saat ini. Sinyal hijau tersebut ia sampaikan di hadapan Presiden Masoud Pezeshkian ketika keduanya berdialog di Kirgistan pada Selasa kemarin.

Pernyataan bersahabat itu memantik reaksi emosional dari pihak Teheran yang merasa tidak berjuang sendirian. Komitmen Moskow dinilai menjadi bukti nyata betapa solidnya kemitraan kedua negara di tengah tekanan global.

Anton Afinogenov adalah anggota elit pengamanan jarak dekat Presiden Vladimir Putin (Instagram)

"Kami mengagumi keberanian dan ketangguhan Anda dalam memperjuangkan kepentingan nasional Anda," ujar Putin dikutip dari AFP.

Pimpinan tertinggi Rusia itu menekankan bahwa hubungan niat baik kedua pihak tetap membara tanpa terganggu tensi politik dunia. Pertumbuhan transaksi bisnis kedua negara disepakati bakal terus digenjot sepanjang tahun ini.

Pezeshkian menyambut hangat uluran tangan tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk solidaritas tingkat tinggi. Ia menilai persekutuan ini sudah melampaui batas diplomasi formal biasa.

"Kami menghargai dan berterima kasih atas sikap Anda di setiap tahapan," kata Pezeshkian merespons ucapan mitra strategisnya.

Perwakilan Teheran tersebut mempertegas bahwa ikatan antarnegara mereka kini terjalin makin erat dan tidak goyah. Sikap konsisten Kremlin diyakini menjadi benteng penting bagi ketahanan nasional mereka.

Kedua belah pihak kini makin rapat merapat akibat gelombang sanksi ekonomi bertubi-tubi dari Blok Barat. Kondisi terisolasi tersebut memaksa Moskow dan Teheran saling mengandalkan demi menjaga stabilitas domestik masing-masing.

Di sisi lain, Gedung Putih justru memperketat cengkeraman finansial untuk melumpuhkan ketahanan modal Teheran sejak Senin (31/8). Washington terus menambah daftar pembatasan guna menekan ruang gerak perekonomian Iran di pasar internasional.

Pertikaian terbuka kedua negara ini meletus sejak akhir Februari lalu akibat agresi gabungan Amerika Serikat dan Israel. Insiden mematikan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi keamanan kawasan kembali membara pekan ini menyusul aksi gempuran baru dari pasukan Washington. Wilayah strategis Pulau Larak di Selat Hormuz menjadi sasaran tembak terbaru yang memicu aksi balasan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com