Profil Yosia Rinto Kadang, Eks Wabup Toraja Utara Suami Eva Stevany Rataba yang Masuk Desil 4

Selasa, 08 September 2026 | 12:25 WIB
Yosia Rinto Kadang (facebook/Yosia Rinto Kadang)
  • Politikus NasDem Yosia Rinto Kadang menjabat Wakil Bupati Toraja Utara periode 2016 sampai 2021.
  • Yosia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024 hingga 2029 melalui Pemilu 2024.
  • Istri Yosia, Eva Stevany Rataba menjadi sorotan karena namanya masuk dalam kelompok desil 4 DTSEN.

Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan strata satu di Universitas Kristen Indonesia Paulus dan menyelesaikannya pada 2005.

Kekayaan Yosia Rinto Kadang

Berdasarkan laporan LHKPN, Yosia Rinto Kadang memiliki total kekayaan Rp14.884.145.221 berdasarkan laporan tanggal 3 Agustus 2015 saat awal menjabat sebagai Wakil Bupati Toraja Utara.

Pada akhir masa jabatannya, kekayaan Yosia yang dilaporkan per 31 Desember 2020 mengalami kenaikan. Dalam LHKPN tertulis kekayaan Yosia mencapai Rp16.051.560.070.

Dalam laporan tersebut, aset Yosia terdiri atas beberapa kategori. Tanah dan bangunan tercatat senilai Rp2.862.794.000, sedangkan alat transportasi dan mesin mencapai Rp768.454.000.

Selain itu, Yosia melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp12.236.500.000 serta kas dan setara kas sebesar Rp183.812.070.

Tidak terdapat berkas yang merinci komponen kekayaan Yosia pada laporan awal masa jabatannya sebagai wakil bupati dalam data yang tersedia.

Klarifiksi Eva Stevany Rataba

Profil Yosia turut menjadi perhatian setelah sang istri, Eva Stevany Rataba, memberikan klarifikasi mengenai namanya yang tercantum dalam kelompok desil 4 DTSEN.

Padahal, berdasarkan LHKPN 2023, Eva tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp16,17 miliar tanpa utang.

Eva menegaskan bahwa status dalam data tersebut bukan berarti dirinya pernah menerima bantuan sosial. Ia menyatakan tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak pernah mendaftar dan tidak pernah menerima bantuan PKH," kata Eva.

Eva juga mendatangi Dinas Sosial Kabupaten Toraja Utara untuk mempertanyakan pencantuman namanya dan meminta pemerintah menelusuri sumber serta proses pemutakhiran data sosial ekonomi tersebut.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com